Jakarta

Kontroversi Piala Dunia! Folarin Balogun Lolos dari Skorsing Kartu Merah, Belgia Murka dan FIFA Disorot

Winda Wahdania | 6 Juli 2026, 15:59 WIB
Kontroversi Piala Dunia! Folarin Balogun Lolos dari Skorsing Kartu Merah, Belgia Murka dan FIFA Disorot
Folarin Balogun dipastikan tetap membela Amerika Serikat menghadapi Belgia usai FIFA menangguhkan hukuman kartu merahnya, memicu protes keras dari kubu lawan. (instagram/balogun)

AKURAT JAKARTA - Keputusan FIFA menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat melawan Belgia memicu kontroversi besar.

Penyerang andalan Amerika Serikat, Folarin Balogun, dipastikan tetap dapat tampil meski sebelumnya menerima kartu merah langsung dan seharusnya menjalani hukuman larangan bermain otomatis.

Kebijakan tersebut langsung memancing kritik dari Belgia karena dinilai bertentangan dengan regulasi kompetisi.

Di saat yang sama, laporan mengenai komunikasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden FIFA Gianni Infantino semakin memperbesar sorotan terhadap proses pengambilan keputusan badan sepak bola dunia tersebut.

Baca Juga: Prediksi Skor Portugal vs Spanyol di Piala Dunia, 7 Juli 2026: Duel Iberia Penentu Tiket Perempat Final

Balogun sebelumnya diusir keluar lapangan saat Amerika Serikat menundukkan Bosnia-Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar.

Penyerang berusia 25 tahun itu mendapat kartu merah langsung setelah menginjak bagian belakang pergelangan kaki bek Bosnia, Tarik Muharemovic, ketika keduanya berebut bola.

Sesuai regulasi Piala Dunia, kartu merah seharusnya membuat pemain menjalani skorsing otomatis pada pertandingan berikutnya.

Namun, FIFA justru mengumumkan bahwa hukuman tersebut ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun sehingga Balogun tetap dapat memperkuat Amerika Serikat menghadapi Belgia.

Dalam pernyataan resminya, FIFA menjelaskan, "Sesuai dengan pasal 27 kode disiplin FIFA, pelaksanaan skorsing pertandingan ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun."

FIFA juga menambahkan, "Jika Folarin Balogun melakukan pelanggaran lain dengan sifat dan tingkat keparahan yang serupa selama masa percobaan, penangguhan tersebut akan dicabut dan sanksi akan diberlakukan tanpa mengesampingkan sanksi tambahan apa pun yang dijatuhkan atas pelanggaran baru tersebut."

Baca Juga: OJK Apresiasi Peran Bank Jakarta Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif Menuju Top 20 Global City

Meski demikian, FIFA tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai alasan di balik keputusan yang sangat jarang terjadi tersebut.

Kontroversi semakin berkembang setelah mitra media BBC di Amerika Serikat, CBS News, melaporkan bahwa keputusan itu muncul setelah Donald Trump menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino.

Percakapan tersebut dikabarkan membahas status hukuman Balogun, sementara sejumlah pejabat Gedung Putih juga disebut ikut berkomunikasi dengan FIFA.

Usai keputusan diumumkan, Trump turut memberikan tanggapan melalui Truth Social.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.