Persiapan SEA Games 2027 Malaysia: Menpora Erick Thohir Koordinasi dengan NOC dan KBRI Terkait Logistik di 4 Wilayah

AKURAT JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bergerak cepat menyiapkan langkah antisipasi menyambut gelaran SEA Games 2027 di Malaysia.
Mengingat lokasi pertandingan yang tersebar di empat wilayah besar, Menpora Erick Thohir mulai mematangkan koordinasi logistik dan mobilitas atlet bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.
Meskipun SEA Games 2027 masih menyisakan waktu sekitar satu setengah tahun, pemerintah Indonesia enggan bersantai menghadapi ajang olahraga paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut.
Untuk itu, Menpora Erick Thohir melangsungkan pertemuan strategis dengan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo, serta Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, di Graha Kemenpora pada Jumat (20/2/2026) sore.
Salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah tantangan geografis. SEA Games 2027 dijadwalkan berlangsung di empat wilayah, yaitu Kuala Lumpur, Sarawak, Penang, hingga Johor.
Jarak yang cukup jauh antar wilayah ini menuntut kesiapan ekstra dari segi non-teknis. Menpora menegaskan bahwa peran KBRI sangat krusial dalam memetakan kondisi lapangan demi kenyamanan kontingen Indonesia.
“Pada SEA Games nanti ada empat wilayah yang menjadi lokasinya. Sehingga beberapa hal perlu dipersiapkan, seperti dari segi logistik dan mobilitas para atlet. Kami butuh dukungan dari KBRI yang lebih tahu kondisi di sana,” terang Erick Thohir.
Baca Juga: Deretan Takjil Sehat Ramadhan 2026 yang Lebih Ringan di Perut
Selain masalah logistik, Kemenpora juga menyoroti peta persaingan prestasi di Asia Tenggara. Sebagai tuan rumah, Malaysia diprediksi akan tampil habis-habisan untuk mengincar gelar juara umum.
Kondisi ini membuat Indonesia harus bersaing ketat dengan kekuatan tradisional lainnya, seperti Thailand dan Vietnam, untuk memperebutkan posisi tiga besar.
“Artinya kita harus kembali mulai mempersiapkan dengan benar. Persaingan kita nanti dengan Thailand dan Vietnam yang tentu ingin menempati nomor dua dan tiga. Kita tentu berkompetisi di posisi yang sama,” tambah Menpora.
Sementara Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyambut baik koordinasi dini ini. Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Presiden NOC Malaysia secara informal.
Menurutnya, kesuksesan atlet di lapangan sangat dipengaruhi oleh dukungan di balik layar, mulai dari akomodasi, transportasi antar wilayah, hingga ketersediaan fasilitas latihan yang memadai selama di Malaysia.
Dengan dimulainya koordinasi sejak awal 2026, diharapkan seluruh kebutuhan atlet Indonesia dapat terpenuhi tanpa kendala berarti, sehingga fokus para pejuang olahraga nasional hanya tertuju pada raihan medali emas.
Dikatakan Okto, penyelenggaraan SEA Games itu bisa menjadi tolok ukur utama untuk menuju jenjang yang lebih tinggi, baik itu Asian Games maupun Olimpiade.
“Nah spiritnya sejauh ini sudah sama, bagaimana memaksimalkan fungsi SEA Games supaya lebih banyak nomor Olimpiade dan kalau bisa bahkan lisensi supaya bisa mendapatkan tiket ke Olimpiade 2028,” katanya.
Adapun Dubes Indonesia untuk Malaysia, Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo, menyatakan kesiapan KBRI untuk melakukan koordinasi dengan Kemenpora maupun NOC.
“Kami dari KBRI Kuala Lumpur intinya siap untuk menyukseskan dan mendukung semua langkah dan semua persiapan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga serta NOC untuk seluruh daerah yang akan menjadi penyelenggara SEA Games ini nanti di Malaysia,” ucapnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





