FA Bahrain Minta ke AFC Agar Pertandingan Kontra Laga Mereka dengan Skuad Garuda Dilakukan di Luar Indonesia

AKURAT JAKARTA - Geger, Federasi Sepak Bola Bahrain minta laga pertandingan kontra Timnas Indonesia pada 25 Maret 2025 mendatang digelar di luar Indonesia.
Tim FA Bahrain menganggap bahwa permintaan tersebut diajukan kepada AFC sebagai salah satu cara mereka dalam melindungi keamanan para pemain dari "serangan" supporter Timnas Indonesia.
Permintaan tersebut bahkan kini menjadi prioritas utama FA Bahrain untuk menghindari bertanding di dikandang skuad garuda.
Mereka bahkan meminta agar pengajuan keberatan tersebut segera dikabulkan demi kenyamanan dan kemanan Bahrain saat bertanding.
"Kami merasa apa yang terjadi belakangan ini bisa mempengaruhi keamanan tim nasional ketika datang ke Jakarta untuk laga tandang," tulis mereka.
Keinginan Bahrain untuk menghindari bermain di kandang Timnas Indonesia adalah buntut dari teror para supporter Timnas Indonesia atas 90+6 = 99 oleh wasit Oman Ahmef Al Kaf.
Baca Juga: Viral Foto Syur Diduga Mirip Abidzar Bikin Warganet Gempar, Fans: Editan!
Dimana sejatinya, matchday putaran ketiga yang lalu Timnas Indonesia bisa meraih kemenangan di skor 2-1 atas Bahrain.
Namun pertandingan tersebut harus berakhir imbang usai Bahrain berhasil menggiring bola ke gawang di menit terakhir yang seharusnya sudah harus dihentikan oleh wasit.
Meski telah terang-terangan melakukan kecurangan, Bahrain justru merasa terancam untuk datang ke Jakarta dan bertanding di kandang lawan.
Supporter Timnas Indonesia merasa bahwa Bahrain mulai bermain drama dalam kualifikasi ini.
Mereka bahkan menyebut tindakan para pendukung Timnas adalah sesuatu yang tidak bisa diterima.
Sementara itu, Shin Tae Yong mengkritik tindakan yang dilakukan FA Bahrain.
Menurutnya, Bahrain tak seharusnya beralasan untuk meminta pertandingan dipindahkan demi alasan keselamatan.
Adapun terkait reaksi supporter Timnas yang lalu, menurutnya adalah suatu bentuk kekecewaan akibat dicurangi oleh wasit.
“Saya rasa itu sama sekali tidak masuk akal, Orang-orang di sini baik-baik, dan reaksi mereka adalah hasil dari ketidakpuasan terhadap keputusan yang dianggap tidak adil.” ujar Shin sepulang dari China pada Rabu (16/10/2024) malam WIB.
"Kami datang bertandang ke mereka, mereka pun juga harus harus bertandang ke kami," katanya lagi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









