Live-action Avatar: The Last Airbender Tayang di Netflix, Disebut Lebih Bagus dari Adaptasi Karya M. Night Shyamalan
AKURAT JAKARTA - Adaptasi live-action Avatar: The Last Airbender akhirnya hari ini tayang perdana di layanan streaming Netflix.
Netflix dinilai cukup setia melakukan adaptasi live-action Avatar: The Last Airbender dengan detail yang rumit, kostum yang indah, dan pengembangan karakter yang tepat.
Dirangkum dari artikel Screen Rant berjudul Avatar: The Last Airbender Review, Avatar: The Last Airbender musim 1 pada dasarnya berkisah tentang perjalanan Aang (Gordon Cormier).
Aang adalah Si Pengendali Udara dan avatar terakhir yang dapat mengendalikan empat elemen; tanah, angin, air, dan api, yang kembali muncul setelah 100 tahun membeku dalam es.
Baca Juga: Halo Warga Jogja! Ada Mbiro Karnaval di Gembira Loka Zoo Pada Minggu 25 Februari 2024 Akhir Pekan Ini, Gratis! Cukup Beli Tiket Masuk Kebun Binatang
Dengan dibantu Katara (Kiawentiio) dan saudara laki-lakinya, Sokka (Ian Ousley), Aang bermaksud mempelajari keterampilan pengendalian elemen lainnya.
Hal itu dilakukan demi menyelamatkan dunia dari ancaman Negara Api, yang telah mengirim Pangeran Zuko yang diasingkan (Dallas Liu) bersama dengan Paman Iroh (Paul Sun-Hyung Lee).
Setiap episode menampilkan Aang, Katara, dan Sokka di lokasi baru yang merupakan cara bagus untuk memperluas pembangunan dunia dan pengembangan karakter mereka di sepanjang jalan.
Meski, sangat mirip dengan versi animasi, ke tiga para pemeran ini juga memberikan kehidupan baru ke dalam karakter Aang, Katara, dan Sokka.
Bagi yang sudah lama tidak melihat serial aslinya, adaptasi Avatar: The Last Airbender yang baru akan membuat kamu merasa seperti bertemu kembali dengan teman lama setelah beberapa waktu berpisah.
Yang membuat serial live-action ini sedikit terputus-putus adalah efek khususnya, yang dapat berfluktuasi tergantung episodenya.
Beberapa visualnya goyah, dan tidak terlihat tajam. Untungnya, hal ini hanya terjadi pada saat-saat tertentu, terutama di awal.
Saat serial ini menuju final musim 1 yang eksplosif, efeknya menjadi lebih baik.
Adaptasi live-action Netflix yang dikembangkan showrunner Albert Kim ini sangat unggul dalam menghidupkan berbagai gaya pengendalian.
Pengendalian tanah dan pengendalian air terlihat sangat bagus selama rangkaian pertarungan, meski tidak serumit dalam animasi.
Avatar: The Last Airbender membuat perubahan tertentu pada kanon, namun tidak menyimpang jauh dari cerita asli.
Serial Netflix ini disebut jauh lebih baik daripada The Last Airbender karya M. Night Shyamalan.
Ini lebih dari sekadar adaptasi yang setia pada cerita asli. Pembangunan dunia Avatar dikembangkan dengan indah dan kamu benar-benar dapat memahami setiap lokasi, apa yang membuatnya menarik, dan bagaimana orang-orang dibentuk.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Khusus Keuangan Besok 23 Februari 2024 untuk Virgo, Libra, Scorpio, dan Sagitarius
Kostumnya cantik, riasan dan gaya rambutnya secara umum bagus (minus satu pilihan wig yang buruk), dan detail set serta lokasi membuat serial ini semakin menarik.
Avatar: The Last Airbender belum menjadi adaptasi yang sukses bagi Netflix yang setara dengan live-action One Piece.
Tetapi, Avatar: The Last Airbender menunjukkan apa yang bisa dilakukan ketika sebuah adaptasi menjadi kreatif sambil tetap setia pada sumber materi.
Dengan pemeran yang hebat, termasuk Daniel Dae Kim yang selalu fantastis sebagai Raja Api Ozai, mereka mampu berkembang bersama karakter mereka.
Dengan cerita yang penuh kedalaman dan kegembiraan, serial live-action ini layak untuk ditunggu. Rating 3,5 dari 5 (sangat bagus). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya







