Dukungan Penyuluh dan Petani Tingkatkan Produksi Padi dan Jagung

AKURAT JAKARTA - Kementerian Pertanian saat ini tengah fokus pada peningkatan produksi dan produktivitas padi dan jagung.
Menteri PertanianAndi Amran Sulaiman mengatakan bahwa dalam jangka waktu dua sampai tiga tahun lagi Indonesia harus swasembada kembali.
"Pangan adalah senjata kita dan kedepannya kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor dan kita harus ekspor," tegas Mentan Amran.
Mentan Amran berharap pada musim tanam pertama ini bisa sukses meningkatkan produksi dan produktivitas padi.
Pada acara Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 50 yang bertemakan "Dukungan Penyuluh dan Petani dalam Peningkatan Produktivitas dan Produksi Padi Jagung", Selasa (19/12/2023) di AOR,
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa menurut BMKG untuk musim tanam akan mundur antara 10 sampai dengan 30 hari.
"Berarti jadwal tanam mundur satu bulan dan berarti panen juga mundur," kata Dedi
Pada musim Rendeng ini produktivitas tidak boleh berkurang, kita semua harus kerja keras dan genjot produktivitas terutama padi dan jagung, dengan cara memastikan sarana dan prasarana di lapangan.
"Selain itu juga, pastikan inovasi teknologi di implementasikan oleh petani dan pastikan para penyuluh pertanian mendampingi petani dan memberikan solusi dari permasalahan yang ada," jelas Kabadan Dedi.
Menurut Narasumber Ngobras, Ketua Harian HKTI Jawa Barat, Entang Saastraatmadja menjelaskan bahwa kondisi padi jagung saat ini menurun. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal.
Yaitu akibat dampak El Nino, terjadinya alih fungsi lahan, pupuk bersubsidi, melemahnya penyuluhan, kurangnya keberpihakan atau politik anggaran dan terbatasnya teknologi dan inovasi.
Upaya-upaya mengenjot produksi yang dapat dilakukan diantaranya dengan penambahan luas tanam, percepatan masa tanam, dukungan politik anggaran, sinergi dan kolaborasi para pemangku kepentingan dan perkuatan penyuluhan, jelas Entang.
Entang menambahkan bahwa tantangan yang terjadi saat ini adalah perlindungan ruang pertanian khususnya sawah produktif, revitalisasi Panca usaha tani, ketergantungan impor, alih generasi petani padi dan jaminan petani hidup layak.
Sedangkan kendala penyuluhan pertanian adalah kualitas penyuluh, kinerja penyuluh dan pemerintah daerah.
"Solusi cerdas yang dapat dilakukan dilakukan dengan mempertegas komitmen, regulasi yang berkualitas dan sikap politik yang mendukung serta program dan kegiatan yang nyata", imbuhnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026

