Jakarta

Dukungan Penyuluh dan Petani Tingkatkan Produksi Padi dan Jagung

Ainun Kusumaningrum | 19 Desember 2023, 20:12 WIB
Dukungan Penyuluh dan Petani Tingkatkan Produksi Padi dan Jagung

AKURAT JAKARTA - Kementerian Pertanian saat ini tengah fokus pada peningkatan produksi dan produktivitas padi dan jagung.

Menteri PertanianAndi Amran Sulaiman mengatakan bahwa dalam jangka waktu dua sampai tiga tahun lagi Indonesia harus swasembada kembali.

"Pangan adalah senjata kita dan kedepannya kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor dan kita harus ekspor," tegas Mentan Amran.

Baca Juga: Waduh! Festival Budaya Jepang Light Rail Matsuri di 7 Stasion LRT Jakarta Resmi Ditunda, Begini Cara Refund Tiketnya

Mentan Amran berharap pada musim tanam pertama ini bisa sukses meningkatkan produksi dan produktivitas padi.

Pada acara Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 50 yang bertemakan "Dukungan Penyuluh dan Petani dalam Peningkatan Produktivitas dan Produksi Padi Jagung", Selasa (19/12/2023) di AOR,

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa menurut BMKG untuk musim tanam akan mundur antara 10 sampai dengan 30 hari.

Baca Juga: Hebat! Megawati Masuk Tim All Star Liga Volly Korea 2024, Netizen Indonesia Ramai-ramai Sampaikan Ucapan Selamat

"Berarti jadwal tanam mundur satu bulan dan berarti panen juga mundur," kata Dedi

Pada musim Rendeng ini produktivitas tidak boleh berkurang, kita semua harus kerja keras dan genjot produktivitas terutama padi dan jagung, dengan cara memastikan sarana dan prasarana di lapangan.

"Selain itu juga, pastikan inovasi teknologi di implementasikan oleh petani dan pastikan para penyuluh pertanian mendampingi petani dan memberikan solusi dari permasalahan yang ada," jelas Kabadan Dedi.

Menurut Narasumber Ngobras, Ketua Harian HKTI Jawa Barat, Entang Saastraatmadja menjelaskan bahwa kondisi padi jagung saat ini menurun. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal.

Yaitu akibat dampak El Nino, terjadinya alih fungsi lahan, pupuk bersubsidi, melemahnya penyuluhan, kurangnya keberpihakan atau politik anggaran dan terbatasnya teknologi dan inovasi.

Upaya-upaya mengenjot produksi yang dapat dilakukan diantaranya dengan penambahan luas tanam, percepatan masa tanam, dukungan politik anggaran, sinergi dan kolaborasi para pemangku kepentingan dan perkuatan penyuluhan, jelas Entang.

Entang menambahkan bahwa tantangan yang terjadi saat ini adalah perlindungan ruang pertanian khususnya sawah produktif, revitalisasi Panca usaha tani, ketergantungan impor, alih generasi petani padi dan jaminan petani hidup layak.

Sedangkan kendala penyuluhan pertanian adalah kualitas penyuluh, kinerja penyuluh dan pemerintah daerah.

"Solusi cerdas yang dapat dilakukan dilakukan dengan mempertegas komitmen, regulasi yang berkualitas dan sikap politik yang mendukung serta program dan kegiatan yang nyata", imbuhnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.