Jakarta

Mengenal Anxiety Disorder, Kenali Gejala Ini Sebelum Semakin Parah!

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 21 September 2023, 16:10 WIB
Mengenal Anxiety Disorder, Kenali Gejala Ini Sebelum Semakin Parah!

AKURAT JAKARTA - Cemas dan khawatir adalah sebuah situasi yang pasti pernah seseorang alami, terutama di generasi milenial dan generasi Z.

Hal ini bisa terjadi karena beberapa sebab, seperti membandingkan pencapaian dengan orang lain dan memikirkan hal yang belum tentu terjadi.

Rasa cemas atau anxiety pun menjadi respon yang normal dirasakan seseorang ketika menghadapi situasi atau mendengar berita yang menimbulkan rasa takut atau khawatir. 

Baca Juga: Ini Bahaya Kebiasaan Gen Z Memangku Laptop, Dapat Mempengaruhi Kualitas Sperma

Akan tetapi, anxiety perlu diwaspadai jika muncul tanpa sebab atau sulit dikendalikan, karena bisa hal ini jadi hal tersebut disebabkan oleh gangguan kecemasan atau anxiety disorder.

Anxiety disorder dengan rasa cemas adalah dua hal yang berbeda. Rasa cemas terbilang normal apabila seseorang masih bisa mengendalikannya dan rasa cemas itu hilang setelah faktor pemicunya teratasi.

Namun, jika perasaan cemas menetap, bahkan memburuk hingga akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut dapat dikatakan sebagai anxiety disorder atau gangguan kecemasan.

Baca Juga: Apa Itu Sajete: Salam Khas Persija dan Jak Mania

Gangguan kecemasan ini biasanya ditandai dengan munculnya perasaan tegang, pikiran yang khawatir atau overthinking dan bahkan dapat berpengaruh pada perubahan fisik.

Apabila tidak segera mendapat penanganan dan diatasi, gangguan kecemasan ini dapat memicu terganggunya kesehatan mental.

Hal ini bisa berdampak buruk bagi seseorang, diantaranya ini lambat laun membuat seseorang menarik diri dari segala bentuk pergaulan sosial dan aktivitas sehari-hari. 

Baca Juga: Dimeriahkan Mocca dan Kunto Aji, Yuk Hadiri Piknik Hijau Hijau, GRATIS!!!

Beberapa gejala dari anxiety disorder adalah merasa tidak bersemangat dan gelisah, tubuh mudah kelelahan, lebih mudah tersinggung, dan kesulitan berkonsentrasi.

Jika kamu merasakan beberapa gejala tersebut, segera berkomunikasi denan orang sekitar atau berkonsultasi dengan ahli profesional sebelum kondisi semakin buruk.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.