Jakarta

Generasi Z Indonesia: Antara Serbainstan dan Tantangan Masa Depan di Dunia Kerja

Fadhil Dhuha Rizqullah | 4 September 2023, 17:42 WIB
Generasi Z Indonesia: Antara Serbainstan dan Tantangan Masa Depan di Dunia Kerja

AKURAT.CO - Para milenial dan generasi Z di Indonesia saat ini menunjukkan pola yang hampir mirip dalam dunia kerja.

Terlahir dalam era media sosial yang mendominasi kehidupan sehari-hari mereka, generasi Z memiliki ambisi besar untuk mencapai segalanya secepat mungkin.

Sementara kreativitas dan semangat mereka menginspirasi, mereka juga seringkali mencari pekerjaan yang sesuai dengan keinginan pribadi mereka, yang nyaman dan memberikan kompensasi yang tinggi.

Baca Juga: Asal Usul Batuampar Jakarta, Kisah Permintaan Pangeran dan Gadis Desa

Namun, ambisi ini sering kali berbenturan dengan kenyataan di lapangan kerja. Meskipun Indonesia memiliki profil demografis termuda di dunia, dengan lebih dari 138 juta penduduk (53,5 persen) berusia di bawah 30 tahun (BPS, 2016), hubungan antara kesempatan kerja yang tersedia dan harapan generasi muda seringkali tidak sejalan.

Proyeksi untuk 5-8 tahun ke depan menunjukkan bahwa Generasi Z akan mendominasi angkatan kerja baru di Indonesia.

Oleh karena itu, muncul kebutuhan mendesak untuk membentuk generasi muda yang produktif dan memiliki peran kunci dalam mendorong transformasi bangsa menuju visi generasi emas 2045.

Baca Juga: Sudinhub Jakarta Selatan Kerahkan 300 Petugas, Atur Lalu Lintas di KTT ASEAN ke-43

Namun, berdasarkan informasi dari berbagai sumber, Generasi Z dihadapkan pada empat masalah utama:

1. Ketidakpastian Karier : 92 persen siswa SMA/SMK menghadapi ketidakpastian dalam memilih karier masa depan. Kesenjangan antara pilihan pendidikan mereka dan kebutuhan industri menjadi salah satu akar permasalahan.

2. Kesalahan dalam Pilihan Jurusan : 80 persen siswa SMK memilih jurusan yang tidak sesuai dengan minat mereka, dan 45 persen mahasiswa merasa telah memilih jurusan yang salah. Kurangnya bimbingan yang komprehensif terkait perencanaan karier menjadi salah satu penyebabnya.

Baca Juga: Penyidik Bareskrim Mabes Panggil Rocky Gerung Dugaan Penghinaan Presiden Jokowi

3. Kekurangan Keterampilan : Lulusan baru seringkali dianggap kurang memiliki keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja saat ini. Krisis talenta dan kesenjangan keterampilan menjadi ancaman serius terhadap perekonomian dan perkembangan bangsa Indonesia.

4. Tantangan Pengangguran : Tingkat pengangguran terselubung (underemployment) meningkat, dan tingkat pengangguran (unemployment) tinggi di kalangan generasi muda. Tantangan ini memerlukan solusi kreatif untuk meningkatkan kualitas pekerjaan yang tersedia bagi mereka.

Dalam menghadapi tantangan-tantangan ini, perlu kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta untuk memberikan dukungan yang lebih besar kepada Generasi Z.

Upaya bersama ini akan membantu menciptakan lingkungan yang memungkinkan generasi muda Indonesia untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan dalam mencapai generasi emas pada tahun 2045.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.