Tinggi Badan Anak Berbeda dari Teman Sebaya, Ini yang Perlu Diperiksa

AKURAT JAKARTA - Melihat anak lebih pendek dibandingkan teman seusianya kerap membuat orang tua khawatir.
Namun, perbedaan tinggi badan tidak selalu menandakan gangguan pertumbuhan.
Hal yang lebih penting adalah memastikan tinggi badan anak bertambah sesuai tahapan usianya melalui pengukuran secara berkala.
Salah satu bagian tubuh yang berperan dalam proses tersebut adalah growth plate atau lempeng pertumbuhan, yaitu area di ujung tulang yang memungkinkan tulang bertambah panjang selama masa pertumbuhan.
Perhatikan pertambahan tinggi badan anak
Menurut dr. Patar Parmonangan Oppusunggu dari Mayapada Hospital Tangerang, gangguan pada lempeng pertumbuhan akibat cedera atau kondisi tertentu dapat membuat pertumbuhan tulang tidak optimal.
Orang tua perlu memperhatikan jika tinggi badan anak tidak bertambah sebagaimana mestinya.
Perbedaan panjang antara tungkai kanan dan kiri juga dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Meski begitu, tinggi badan yang lebih pendek dari teman sebaya tidak bisa langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya gangguan pertumbuhan.
Gunakan kurva pertumbuhan untuk memantau anak
Baca Juga: Tak Selalu Hafalan, 17 Siswa MAN 2 Makassar Borong Medali di Olimpiade Kimia Internasional 2026
Dokter spesialis anak dr. Eddy Fadlayana dari Mayapada Hospital Bandung menjelaskan bahwa pertumbuhan anak perlu dipantau melalui pengukuran tinggi atau panjang badan secara berkala.
Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan kurva pertumbuhan World Health Organization (WHO), yang memperhitungkan usia dan jenis kelamin anak.
Penilaian ini menggunakan Z-score untuk melihat posisi pertumbuhan anak dibandingkan standar WHO.
Pada indikator tinggi badan menurut usia, nilai di bawah -2 dapat mengindikasikan stunting dan perlu dievaluasi lebih lanjut.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya menilai tinggi badan anak berdasarkan perbandingan dengan teman sekelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







