Jakarta

Saat Anak Takut BAB, Kepercayaan Ibu Bisa Jadi Kunci untuk Memutus Siklusnya

Anggerhana Denni Rahmawati | 11 September 2026, 19:45 WIB
Saat Anak Takut BAB, Kepercayaan Ibu Bisa Jadi Kunci untuk Memutus Siklusnya
Ilustrasi anak menahan BAB. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Mengajarkan toilet training kepada anak bukan hanya soal membuatnya terbiasa menggunakan toilet.

Ketika anak memiliki kebiasaan menahan buang air besar (BAB), ada persoalan lain yang perlu diperhatikan, yaitu rasa percaya kepada orang tua.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi Dr. dr. Andy Darma Sp.A Subsp.GH(K) mengatakan kepercayaan antara ibu dan anak menjadi dasar agar anak mau meyakini bahwa BAB tidak akan terasa sakit.

Menurut Andy, anak perlu percaya ketika orang tua mengatakan bahwa proses BAB tidak menyakitkan.

Kepercayaan tersebut menjadi penting terutama jika anak sebelumnya pernah mengalami BAB keras dan nyeri.

Pasalnya, pengalaman tersebut dapat membuat anak takut mengulangi hal yang sama.

Anak kemudian memilih menahan BAB karena menganggap buang air besar akan kembali menimbulkan rasa sakit.

Menahan BAB justru memperparah kondisi

Masalahnya, menahan BAB justru dapat membuat feses semakin keras.

Ketika feses berada terlalu lama di dalam usus, air di dalamnya semakin banyak diserap tubuh sehingga teksturnya menjadi lebih padat.

Baca Juga: Tak Cuma Cari Tiket, Pengunjung Bisa Coba Hanbok Hingga Bertemu Idol di Korea Travel Fair 2026

Feses yang keras kemudian dapat menimbulkan rasa sakit saat dikeluarkan.

Pengalaman tersebut membuat anak semakin takut dan kembali memilih menahan BAB.

Andy menjelaskan kondisi tersebut dapat menjadi sebuah siklus.

“BAB keras menyebabkan nyeri. Nyeri menyebabkan menahan. Menahan menyebabkan bertambah keras. Jadi berputar saja siklusnya di situ, nanti enggak selesai-selesai,” ujarnya.

Karena itu, siklus tersebut perlu diputus.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.