Saat Anak Takut BAB, Kepercayaan Ibu Bisa Jadi Kunci untuk Memutus Siklusnya

AKURAT JAKARTA - Mengajarkan toilet training kepada anak bukan hanya soal membuatnya terbiasa menggunakan toilet.
Ketika anak memiliki kebiasaan menahan buang air besar (BAB), ada persoalan lain yang perlu diperhatikan, yaitu rasa percaya kepada orang tua.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi Dr. dr. Andy Darma Sp.A Subsp.GH(K) mengatakan kepercayaan antara ibu dan anak menjadi dasar agar anak mau meyakini bahwa BAB tidak akan terasa sakit.
Menurut Andy, anak perlu percaya ketika orang tua mengatakan bahwa proses BAB tidak menyakitkan.
Kepercayaan tersebut menjadi penting terutama jika anak sebelumnya pernah mengalami BAB keras dan nyeri.
Pasalnya, pengalaman tersebut dapat membuat anak takut mengulangi hal yang sama.
Anak kemudian memilih menahan BAB karena menganggap buang air besar akan kembali menimbulkan rasa sakit.
Menahan BAB justru memperparah kondisi
Masalahnya, menahan BAB justru dapat membuat feses semakin keras.
Ketika feses berada terlalu lama di dalam usus, air di dalamnya semakin banyak diserap tubuh sehingga teksturnya menjadi lebih padat.
Baca Juga: Tak Cuma Cari Tiket, Pengunjung Bisa Coba Hanbok Hingga Bertemu Idol di Korea Travel Fair 2026
Feses yang keras kemudian dapat menimbulkan rasa sakit saat dikeluarkan.
Pengalaman tersebut membuat anak semakin takut dan kembali memilih menahan BAB.
Andy menjelaskan kondisi tersebut dapat menjadi sebuah siklus.
“BAB keras menyebabkan nyeri. Nyeri menyebabkan menahan. Menahan menyebabkan bertambah keras. Jadi berputar saja siklusnya di situ, nanti enggak selesai-selesai,” ujarnya.
Karena itu, siklus tersebut perlu diputus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







