Jakarta

Abu Vulkanik Menyelimuti Sejumlah Wilayah, Ini 3 Bagian Tubuh yang Wajib Dilindungi

Anggerhana Denni Rahmawati | 7 September 2026, 12:30 WIB
Abu Vulkanik Menyelimuti Sejumlah Wilayah, Ini 3 Bagian Tubuh yang Wajib Dilindungi
Jangan anggap abu vulkanik sekadar debu biasa.

AAKURAT JAKARTA - Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bukan sekadar debu yang mengotori rumah dan jalan.

Material hasil erupsi yang terbawa angin dapat memberikan dampak langsung terhadap tubuh, terutama ketika masyarakat tetap beraktivitas di luar rumah tanpa perlindungan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan terdapat tiga bagian tubuh yang perlu mendapat perhatian selama masyarakat menghadapi hujan abu vulkanis, yakni pernapasan, mata, dan kulit.

Ketiganya memiliki risiko berbeda.

Karena itu, masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik di Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung diminta tidak menganggap kondisi tersebut sebagai gangguan biasa.

Pernapasan jadi jalur pertama yang terpapar

Ketika abu vulkanik beterbangan di udara, saluran pernapasan menjadi salah satu bagian tubuh yang paling mudah terkena paparan.

Partikel abu dapat terhirup ketika seseorang berada di luar rumah.

Budi meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi tersebut berlangsung.

Jika memang harus keluar, penggunaan masker menjadi perlindungan yang perlu dilakukan.

Baca Juga: Anak Jadi Kelompok Rentan Saat Gunung Anak Krakatau Erupsi, Begini Cara Melindunginya

"Pastikan memakai masker," ujar Budi.

Masyarakat yang mulai merasakan gangguan pernapasan juga diminta tidak menunggu kondisi semakin parah.

Puskesmas terdekat dapat menjadi tempat untuk mendapatkan pemeriksaan.

Kementerian Kesehatan telah menyiapkan sejumlah peralatan untuk menangani gangguan pernapasan di wilayah terdampak, termasuk nebulizer dan oksigen konsentrator.

Mata bisa terkena iritasi

=====

Ancaman berikutnya sering kali terasa lebih sederhana, tetapi tetap perlu diwaspadai.

Abu vulkanik yang masuk ke mata dapat menimbulkan rasa gatal dan iritasi.

Masalah bisa menjadi lebih buruk apabila seseorang secara refleks mengucek mata.

Karena itu, Budi meminta masyarakat tidak mengucek mata ketika terkena abu.

Sebagai langkah perlindungan, kacamata dapat digunakan ketika seseorang harus beraktivitas di luar rumah.

Baca Juga: Abu Gunung Anak Krakatau Sampai Jakarta, PJJ Jadi Pilihan untuk Lindungi Siswa

Jika abu masuk ke mata, bagian tersebut dapat dibersihkan menggunakan air.

"Semua puskesmas sudah kita kasih obat tetes mata," kata Budi.

Apabila keluhan tidak kunjung membaik, masyarakat disarankan segera mendatangi puskesmas.

Kulit juga tidak boleh diabaikan

Paparan abu vulkanik juga dapat menimbulkan gangguan pada kulit.

Material yang menempel pada tubuh sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama.

Masyarakat yang baru kembali dari luar rumah dianjurkan segera membersihkan tubuh menggunakan air secara hati-hati.

"Pastikan dibersihkan dengan air dengan hati-hati, karena mungkin saja ada beberapa partikelnya yang tajam," ujarnya.

Jika kulit mulai terasa gatal atau mengalami gangguan setelah terpapar abu, pemeriksaan di puskesmas diperlukan.

Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan salap kulit untuk menangani keluhan tersebut.

Baca Juga: Abu Vulkanik Bukan Debu Biasa, Salah Bersihkan Mobil Bisa Rusak Permanen

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.