Jakarta

Gen Z dan Milenial Tak Lagi Cari Liburan Murah, Pengalaman Jadi Pertimbangan Utama

Anggerhana Denni Rahmawati | 2 September 2026, 16:45 WIB
Gen Z dan Milenial Tak Lagi Cari Liburan Murah, Pengalaman Jadi Pertimbangan Utama
Alasan Gen Z dan Milenial berani tambah bujet liburan.

AKURAT JAKARTA - Liburan bagi Generasi Z (Gen Z) dan milenial di Asia Tenggara mulai menunjukkan perubahan.

Mereka tidak sekadar mencari perjalanan dengan harga murah, tetapi bersedia menyiapkan bujet lebih besar selama pengalaman yang didapat dianggap sepadan.

Fenomena tersebut terlihat dalam survei South East Asia Pulse Check yang dirilis Hilton pada Selasa (1/9/2026).

Hasil survei menunjukkan, sebanyak 96 persen wisatawan Asia Tenggara berencana tetap melakukan perjalanan di kawasan tersebut dalam 12 bulan ke depan.

Menariknya, perjalanan yang direncanakan bukan hanya tentang seberapa banyak tempat yang bisa didatangi.

Pengalaman yang berkesan, kesempatan menghabiskan waktu bersama orang terdekat, hingga momen yang memberikan arti menjadi pertimbangan penting.

“Hal yang menonjol bukan hanya wisatawan di seluruh Asia Tenggara ingin terus bepergian, tetapi juga betapa sadar dan terarahnya mereka terhadap pengalaman, serta kenangan yang tercipta dari setiap perjalanan,” ujar Alexandra Murray, Area Vice President and Head of South East Asia Hilton.

Menurutnya, wisatawan kini semakin memperhitungkan nilai yang diperoleh dari sebuah perjalanan.

Dengan kata lain, harga yang lebih mahal masih dapat diterima selama pengalaman yang didapat mampu memberikan kepuasan.

Kecenderungan tersebut terlihat cukup kuat di Indonesia.

Baca Juga: Kuliah Online Tapi Tetap Berkelas Dunia, Ini Konsep Baru President University World Campus

Secara regional, 59 persen wisatawan Asia Tenggara berencana meningkatkan pengeluaran untuk perjalanan.

Angka itu bahkan lebih tinggi dibandingkan wisatawan yang berencana mengunjungi lebih banyak destinasi dalam satu perjalanan, yakni 50 persen.

Sementara itu, 43 persen ingin bepergian lebih sering dan 41 persen berniat memperpanjang durasi perjalanan.

Di Indonesia, keinginan menaikkan bujet bahkan mencapai 68 persen.

Angka ini menjadi yang paling tinggi di antara beberapa rencana perjalanan lainnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.