Bukan Sekadar Kelelahan, Perubahan Sikap Ibu Setelah Melahirkan Bisa Jadi Tanda Psikosis

AKURAT JAKARTA - Masa setelah melahirkan sering dianggap sebagai periode ketika seorang ibu hanya perlu beradaptasi dengan kehadiran bayi.
Padahal, perubahan perilaku yang muncul setelah persalinan tidak selalu bisa dianggap sebagai kelelahan biasa.
Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah psikosis pascapersalinan atau postpartum psychosis (PPP).
Kondisi ini memang jarang terjadi, tetapi termasuk keadaan darurat psikiatri karena dapat membuat seseorang kehilangan kemampuan membedakan kenyataan dan persepsi.
Psikosis pascapersalinan dapat ditandai dengan halusinasi, delusi, kebingungan berat, paranoia, hingga perubahan perilaku yang berlangsung cepat.
Kondisi ini berbeda dari baby blues maupun depresi pascapersalinan.
Pada psikosis pascapersalinan, gangguan dapat mencapai tahap ketika seseorang tidak lagi mampu menilai apakah pengalaman atau keyakinannya sesuai dengan kenyataan.
Salah satu hal yang membuat psikosis pascapersalinan sulit dikenali adalah gejalanya dapat berubah dengan cepat.
Kondisi mental ibu dapat terlihat sangat naik-turun.
Pada satu waktu, ia tampak sangat tertekan, menangis, cemas, menarik diri, dan merasa putus asa.
Namun pada waktu lain, ia justru terlihat sangat berenergi, berbicara cepat, memiliki banyak pikiran sekaligus, sulit tidur, atau bertindak impulsif.
Psikiater reproduksi Katrina Furey, MD, mengingatkan bahwa perubahan kondisi yang naik-turun justru dapat menjadi tanda bahaya.
“Perubahan kondisi mental yang naik-turun ini sering disalahartikan sebagai tanda membaik, padahal sebenarnya merupakan tanda bahaya yang khas dari psikosis pascapersalinan,” kata Furey.
Karena itu, keluarga perlu melihat perubahan perilaku secara keseluruhan, bukan hanya menunggu apakah ibu terlihat lebih tenang pada suatu waktu.
Persoalan lain muncul karena orang yang mengalami psikosis pascapersalinan tidak selalu menyadari bahwa dirinya sedang mengalami gangguan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







