Merasa Sehat, Ternyata Hampir Sejuta Orang Indonesia Baru Tahu Mengidap Hipertensi

AKURAT JAKARTA - Merasa tubuh sehat sering membuat seseorang yakin tidak memiliki masalah kesehatan.
Padahal, temuan terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan anggapan tersebut tidak selalu benar.
Melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026, hampir satu juta orang yang sebelumnya dinyatakan sehat justru diketahui telah mengalami hipertensi.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa berbagai penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes, sering berkembang tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal.
Akibatnya, banyak orang baru mengetahui kondisinya setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.
Data Kemenkes menunjukkan sekitar satu juta kasus baru hipertensi ditemukan dari hasil pemeriksaan ulang terhadap 9,2 juta peserta CKG yang pada tahun sebelumnya tercatat dalam kondisi sehat.
Selain itu, dari 1,3 juta peserta yang sebelumnya masuk kategori prehipertensi, sebanyak 247 ribu orang kini telah berkembang menjadi penderita hipertensi.
Kondisi serupa juga terjadi pada diabetes.
Dari 8,3 juta peserta yang menjalani pemeriksaan ulang, sebanyak 188 ribu orang terdeteksi sebagai kasus baru diabetes.
Sementara itu, 16 ribu peserta yang sebelumnya berada pada fase prediabetes kini telah mengalami diabetes.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan hasil tersebut menunjukkan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala meskipun seseorang merasa tidak memiliki keluhan.
"Melalui Cek Kesehatan Gratis, kita berharap penyakit dapat ditemukan lebih cepat sehingga segera ditangani. Jangan menunggu sampai muncul keluhan atau komplikasi," ujar Budi di Jakarta, Kamis 6 Agustus 2026.
Menurutnya, hipertensi dan diabetes termasuk penyakit yang sering berkembang tanpa disadari.
Ketika gejala mulai muncul, kondisi tersebut terkadang telah berkembang menjadi komplikasi serius, seperti stroke, penyakit jantung, maupun gagal ginjal.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi juga mengingatkan bahwa kondisi kesehatan setiap orang dapat berubah dari waktu ke waktu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






