Jakarta

Eksplorasi Budaya dan Mistisisme, Film Para Perasuk Mulai Menghiasi Layar Lebar

Yusuf Doank | 23 April 2026, 19:29 WIB
Eksplorasi Budaya dan Mistisisme, Film Para Perasuk Mulai Menghiasi Layar Lebar
Eksplorasi Budaya dan Mistisisme, Film Para Perasuk Mulai Menghiasi Layar Lebar

AKURAT JAKARTA — Industri perfilman Tanah Air kembali menyuguhkan karya inovatif melalui film terbaru bertajuk Para Perasuk.

Film garapan sutradara berbakat Wregas Bhanuteja ini resmi menyapa penonton di bioskop mulai Kamis (23/4/2026).

Menghadirkan kolaborasi akting antara Angga Yunanda dan Maudy Ayunda, film ini memadukan unsur drama sosial dengan sentuhan budaya mistis yang kental.

Baca Juga: Promosi Film Horor Aku Harus Mati Menuai Polemik, Produser Minta Maaf dan Tarik Billboard

Para Perasuk bukan sekadar sajian horor konvensional, melainkan sebuah narasi mendalam mengenai identitas dan perjuangan masyarakat adat.

Berikut adalah sejumlah catatan penting yang menyertai kehadiran film tersebut:

Ritual Budaya dan Isu Sosial

Film ini mengangkat sebuah tradisi fiktif namun terasa sangat organik bernama Pesta Sambetan. Tradisi ini digambarkan sebagai ritual kerasukan massal di Desa Latas, yang bagi warga setempat merupakan bentuk pelarian sekaligus identitas budaya.

Melalui ritual ini, penonton diajak menyelami psikologi masyarakat desa yang menganggap momen "dirasuki" sebagai pengalaman spiritual yang membebaskan.

Di balik unsur mistisnya, Para Perasuk membawa pesan sosial yang sangat relevan. Alur cerita berfokus pada karakter Bayu (Angga Yunanda) yang berjuang mempertahankan kedaulatan desanya dari ancaman korporasi besar yang hendak menguasai sumber mata air.

Pertarungan antara ambisi pribadi dan kepentingan kolektif menjadi ruh utama yang menggerakkan emosi sepanjang film.

Transformasi Aktor dan Estetika Visual

Penampilan Angga Yunanda dalam film ini menunjukkan transformasi akting yang signifikan. Memerankan tokoh Bayu yang kompleks, ia harus menampilkan spektrum emosi yang luas, mulai dari semangat yang membara hingga dilema moral yang menghimpit.

Kehadiran Maudy Ayunda sebagai Laksmi turut memberikan keseimbangan emosional yang kuat melalui chemistry yang terbangun apik di antara keduanya.

Kualitas produksi film ini didukung pula oleh jajaran aktor berpengalaman seperti Chicco Kurniawan, Bryan Domani, Indra Birowo, Ganindra Bimo, hingga penampilan spesial dari penyanyi internasional Anggun. Dengan durasi sekitar 119 menit, film ini menjanjikan alur yang intens tanpa terasa bertele-tele.

Sebagai karya Wregas Bhanuteja, aspek visual menjadi kekuatan yang tidak terbantahkan. Penggambaran atmosfer desa yang imersif dan detail ritual yang estetis menciptakan pengalaman menonton yang magis.

Para Perasuk diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memicu refleksi mengenai bagaimana masyarakat modern memandang tradisi dan kedaulatan sumber daya alam di tengah arus industrialisasi.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y