Jakarta

Waspadai Gejala Adiksi Gawai pada Anak, Tanda-Tanda Ini Sering Dianggap Sepele

Anggerhana Denni Rahmawati | 10 April 2026, 07:30 WIB
Waspadai Gejala Adiksi Gawai pada Anak, Tanda-Tanda Ini Sering Dianggap Sepele
Waspadai gejala adiksi gawai pada anak yang kini semakin sering terjadi di era digital.

AKURAT JAKARTA - Penggunaan gawai pada anak memang sulit dihindari, apalagi di zaman serba digital seperti sekarang.

Namun, tanpa pengawasan yang tepat, paparan layar berlebihan bisa memicu berbagai masalah, mulai dari gangguan perilaku hingga keterlambatan perkembangan sosial.

Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia, Ratriana Naila Syafira, menjelaskan bahwa perkembangan otak anak usia dini sangat bergantung pada interaksi langsung.

Baca Juga: Prediksi Skor Shakhtar Donetsk vs AZ Alkmaar di UECL, 10 April 2026: Ujian Tandang Berat De Kaasboeren

"Perkembangan otak pada masa balita terutama yang berkaitan dengan bahasa, emosi, dan relasi sosial itu bergantung pada interaksi langsung, jika paparan gawai tidak ada batasan, dampaknya bisa cukup signifikan," seperti dikutip dari ANTARA, Jumat (10/4/2026).

Ia menekankan bahwa ada sejumlah gejala yang perlu kamu waspadai terkait adiksi gawai pada anak, antara lain:

  1. Sulit Lepas dari Gawai
    Anak menunjukkan ketergantungan tinggi dan enggan berhenti meski sudah diminta.

  2. Ledakan Emosi saat Gawai Diambil
    Anak bisa marah berlebihan ketika penggunaan gawai dibatasi atau dihentikan.

  3. Tidak Tertarik Aktivitas Lain
    Anak cenderung menolak aktivitas alternatif yang ditawarkan, seperti bermain di luar atau berinteraksi dengan keluarga.

  4. Gangguan Aktivitas Harian
    Pada kondisi yang lebih serius, aktivitas dasar seperti makan, mandi, atau belajar mulai terganggu.

  5. Penurunan Prestasi Akademik
    "Pada anak usia sekolah contohnya, bisa sudah sampai mengganggu prestasi akademik," kata dia.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.