Jakarta

3 Faktor Tingginya Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Nomor 3 Sering Diabaikan!

Anggerhana Denni Rahmawati | 5 April 2026, 06:30 WIB
3 Faktor Tingginya Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Nomor 3 Sering Diabaikan!
Faktor tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi sorotan serius pemerintah.

AKURAT JAKARTA - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia masih tergolong tinggi.

Kondisi ini menunjukkan perlunya peran aktif semua pihak, termasuk kamu, untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi menyebutkan terdapat tiga faktor utama yang memicu tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Baca Juga: Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Koln di Bundesliga, 5 April 2026: Momentum Kandang Die Adler Jadi Penentu

“Analisa pertama faktor ekonomi, yang kedua faktor pola asuh, yang ketiga karena pengaruh gadget dan media sosial yang tidak digunakan secara bijaksana,” ujarnya.

1. Faktor ekonomi

Tekanan finansial dapat memicu konflik dalam keluarga yang berujung pada kekerasan.

Baca Juga: Hati-Hati! 7 Ciri Orang Problematik Menurut Psikologi, Kamu Pernah Ketemu?

2. Faktor pola asuh

Pola asuh yang kurang tepat membuat kekerasan kerap dijadikan cara mendisiplinkan anak.

3. Pengaruh gadget dan media sosial

Baca Juga: Prediksi Skor Pisa vs Torino di Serie A, 5 April 2026: Duel Tim Rapuh di Arena Garibaldi

Penggunaan yang tidak bijak dapat memicu perilaku negatif dan kekerasan.

Selain itu, kondisi kesehatan juga memprihatinkan.

“Kalau kita melihat dalam satu jam, itu ada satu ibu hamil meninggal dan empat bayi dan balita yang meninggal. Ini tentu fakta yang memprihatinkan,” kata Adi Utarini.

Baca Juga: NMAX Turbo Tech Max 2026 Gunakan Fitur Y-Shift untuk Akselerasi Instan, Sensasi Berkendara Sporty dengan Dua Mode Berkendara

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.