Jakarta

Tujuh Ciri Anak yang Sudah Terkena Grooming, Orang Tua Wajib Tahu!

Anggerhana Denni Rahmawati | 4 April 2026, 19:45 WIB
Tujuh Ciri Anak yang Sudah Terkena Grooming, Orang Tua Wajib Tahu!
Ciri anak terkena child grooming penting dipahami sejak dini agar tidak terlambat mengambil tindakan. (Freepik)

AKURAT JAKARTA - Fenomena child grooming menjadi ancaman serius bagi anak-anak, terutama di era digital saat ini.

Pelaku biasanya mendekati korban dengan cara halus, membangun kepercayaan, hingga akhirnya memanipulasi emosi anak.

Karena prosesnya bertahap, banyak orang tua tidak menyadari bahwa anak mereka sedang menjadi target.

Baca Juga: Prediksi Skor Lorient vs Paris FC di Ligue 1, 5 April 2026: Kekuatan Kandang Les Merlus Diuji Tren Positif Tim Tamu

Berikut ulasan ciri-ciri yang perlu kamu waspadai:

  1. Anak mulai sering membicarakan orang dewasa atau teman yang jauh lebih tua serta ingin menghabiskan waktu bersama mereka.

  2. Anak terlihat menjalin hubungan seperti berpacaran dengan orang yang usianya lebih tua.

  3. Terjadi penurunan minat terhadap sekolah, seperti bolos atau malas mengikuti kegiatan.

  4. Anak mulai menjauh dari teman sebaya, malas bergaul, atau bahkan mengganti lingkup pertemanannya.

  5. Lebih sering menghabiskan waktu sendirian di kamar dan tertutup.

  6. Mendapatkan barang-barang baru seperti mainan, pakaian, atau perhiasan tanpa penjelasan yang jelas.

  7. Tidak ingin menceritakan aktivitas sehari-hari dan cenderung menjauhi orang tua.

Baca Juga: Yamaha NMAX 2026 Varian Tech Max Ultimate Usung Layar TFT dan Navigasi Garmin, Fitur Canggih di Kelas Skutik Premium

Menghadapi situasi ini, kamu sebagai orang tua perlu mengambil langkah bijak.

Tetap tenang sangat penting agar anak tidak merasa dihakimi atau takut.

Usahakan untuk tetap mempercayai anak, meskipun penjelasan yang diberikan terdengar tidak masuk akal.

Baca Juga: Prediksi Skor Le Havre vs Auxerre di Ligue 1, 5 April 2026: Duel Penentu Nasib di Zona Degradasi

Langkah pencegahan yang bisa kamu lakukan antara lain:

  1. Tetap tenang agar anak tidak menganggap kamu sedang emosi saat menghadapinya.

  2. Berusaha mempercayai anak meskipun alasan yang disampaikan terasa tidak logis.

  3. Tidak menyalahkan anak jika grooming yang diterima sudah terlalu parah atau berujung pada pelecehan seksual.

Baca Juga: Yamaha Hadirkan NMAX 2026 dengan Teknologi YECVT dan Fitur Turbo, Akselerasi Lebih Responsif dan Tampilan Makin Modern

Dengan memahami tanda-tandanya sejak awal, kamu bisa lebih cepat melindungi anak dari risiko yang lebih besar.

Kewaspadaan dan komunikasi yang baik menjadi kunci utama dalam menjaga anak tetap aman. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.