Studi: Puasa Berpotensi Turunkan Tekanan Darah Penderita Hipertensi

AKURAT JAKARTA - Puasa selama ini dikenal memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh, salah satunya membantu menurunkan tekanan darah, terutama bagi penderita hipertensi.
Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa pola makan terbatas waktu atau time-restricted eating memberikan dampak positif pada stabilitas tekanan darah.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa efek tersebut sangat bergantung pada kondisi kesehatan dan gaya hidup masing-masing individu.
Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2022 dalam jurnal ilmiah Disease Markers mengkaji pola puasa 16 jam.
Penelitian bertajuk The Effect of Fasting on Human Metabolism and Psychological Health karya Yiren Wang dan Ruilin Wu dari Beihang University, Beijing, menemukan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan pada siang hari setelah satu hari berpuasa.
Menariknya, penurunan ini terutama terlihat pada peserta yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Sementara itu, efek serupa tidak ditemukan pada peserta dengan tekanan darah normal.
Hal ini mengindikasikan bahwa manfaat puasa terhadap tekanan darah bekerja lebih efektif pada individu yang memang mengalami hipertensi.
Selain pola 16 jam, tinjauan ilmiah pada 2021 mengenai metode alternate-day fasting (puasa selang hari) juga menunjukkan hasil senada.
Pola ini dilaporkan mampu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, khususnya pada individu dengan berat badan berlebih, setelah dijalankan secara konsisten selama beberapa bulan.
Secara fisiologis, puasa berkontribusi pada kesehatan jantung melalui beberapa mekanisme. Yakni Kontrol Berat Badan: Membantu menjaga massa tubuh ideal.
Sensitivitas Insulin: Meningkatkan kemampuan tubuh dalam mengolah gula darah. Reduksi Peradangan: Mengurangi tingkat inflamasi dalam tubuh yang memicu kerusakan pembuluh darah.
Saat metabolisme membaik, pembuluh darah dapat bekerja lebih optimal, yang pada akhirnya berdampak pada kestabilan tekanan darah.
Meski menjanjikan, para pakar menekankan bahwa puasa bukanlah satu-satunya solusi medis untuk mengatasi hipertensi.
Terdapat risiko yang perlu diwaspadai, seperti dehidrasi atau ketidakseimbangan elektrolit, jika asupan cairan dan nutrisi saat sahur dan berbuka tidak diperhatikan dengan baik.
Bagi masyarakat yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau tengah dalam masa pengobatan antihipertensi, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi dengan tenaga medis sebelum menjalankan pola puasa tertentu.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa aktivitas ibadah atau diet tersebut tetap aman bagi kondisi jantung dan pembuluh darah.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



