Puasa Ramadhan Jadi Detoks Alami Tubuh, Saat Organ Beristirahat dan Sel Melakukan Regenerasi

AKURAT JAKARTA - Puasa Ramadhan bukan hanya ibadah, tetapi juga memberi kesempatan tubuh untuk melakukan detoksifikasi alami secara bertahap dan teratur.
Selama sekitar 12 hingga 14 jam tanpa makanan dan minuman, sistem pencernaan mendapatkan waktu istirahat yang jarang terjadi di hari biasa.
Kondisi ini membuat lambung, usus, serta organ metabolisme dapat fokus memperbaiki sel-sel yang sebelumnya bekerja terus menerus.
Saat cadangan glukosa dalam tubuh mulai berkurang, tubuh akan beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi utama.
Proses pembakaran lemak ini tidak hanya menghasilkan energi, tetapi juga membantu melepaskan zat sisa yang tersimpan dalam tubuh.
Selanjutnya hati dan ginjal bekerja menyaring serta membuang zat tersebut melalui mekanisme detoksifikasi alami tubuh.
Baca Juga: Inovasi Mahasiswa UNPAM: Sistem Smart Home Berbasis IoT Mampu Tekan Biaya Listrik hingga Signifikan
Puasa juga memicu proses biologis yang dikenal sebagai autophagy, yaitu mekanisme pembersihan sel dari komponen yang rusak.
Melalui proses ini, sel-sel lama yang tidak lagi optimal akan dihancurkan dan digantikan oleh sel baru yang lebih sehat.
Penelitian menunjukkan autophagy berperan penting dalam menjaga kesehatan sel dan memperlambat proses penuaan tubuh.
Baca Juga: Viral! Kecelakaan Bus Tewaskan Pemotor di Gunung Sahari, Transjakarta Serahkan Bukti CCTV ke Polisi
Selain itu, puasa Ramadhan juga membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang sering terganggu akibat pola makan tidak teratur.
Banyak penelitian menemukan bahwa puasa dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan menstabilkan tekanan darah.
Puasa juga membantu mengontrol kadar gula darah sehingga baik bagi orang yang ingin menjaga berat badan tetap seimbang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




