Buah Kecil Penuh Doa, Filosofi Jeruk Mandarin di Perayaan Tahun Baru Imlek

AKURAT JAKARTA - Saat Tahun Baru Imlek tiba, suasana rumah biasanya dipenuhi warna merah, lampion, serta aneka hidangan khas.
Di antara semua itu, tumpukan jeruk berwarna oranye cerah kerap mencuri perhatian.
Buah kecil ini ternyata menyimpan filosofi mendalam yang sudah diwariskan turun-temurun dalam budaya Tionghoa.
Baca Juga: Bahaya Tersembunyi Vape, Ancaman Penyakit Langka Popcorn Lung Mengintai Paru-Paru
Secara bahasa, makna jeruk berkaitan erat dengan keberuntungan.
Kata jeruk dilafalkan sebagai (橘 jú), terdengar mirip dengan kata “beruntung” (吉 jí) dalam bahasa Mandarin atau Kanton.
Kesamaan bunyi tersebut membuat jeruk dipercaya membawa rezeki dan kemakmuran.
Baca Juga: PIK Sulap Imlek 2026 Jadi Festival Budaya Raksasa, Wajib Kamu Datangi
Tak hanya dari pelafalan, maknanya juga terlihat dari warna.
Warna oranye cerah pada jeruk mandarin menyerupai emas yang identik dengan kekayaan, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan.
Karena itu, banyak keluarga menaruh jeruk di ruang tamu atau meja makan sebagai simbol harapan agar kondisi finansial tetap aman sepanjang tahun.
Baca Juga: Awal Puasa Tetap Kerja, Tapi Lebaran Liburnya Panjang! Cek Jadwal Lengkapnya
Bentuknya yang bulat pun bukan tanpa arti.
Lingkaran utuh melambangkan keutuhan, persatuan, dan hubungan keluarga yang harmonis.
Ketika kamu menyantapnya bersama orang-orang terdekat, maknanya bukan sekadar berbagi makanan, tetapi juga mempererat kebersamaan.
Baca Juga: Terkuak, Sejarah Penamaan Virus Nipah dari Desa di Malaysia Bukan India
Di Indonesia, tradisi ini berkembang dengan cara yang khas.
Jeruk mandarin sering diberikan kepada tamu atau kerabat sebagai tanda hormat sekaligus doa.
Biasanya, keluarga menukar atau memberikan dua buah jeruk sekaligus yang dipercaya membawa keberuntungan ganda.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Deretan Libur Panjang 2026 Siap Bikin Kamu Traveling
Tindakan sederhana tersebut menjadi cara halus menyampaikan niat baik tanpa perlu banyak kata.
Selain dibagikan, jeruk juga kerap dijadikan bagian dari persembahan.
Buah ini ditempatkan di altar sebagai simbol harapan akan perlindungan, kesehatan, dan berkah bagi seluruh anggota keluarga.
Baca Juga: Mengenal Perbedaan Bunga Bangkai dan Rafflesia, Dua Raksasa Flora Indonesia
Penataannya pun rapi, seolah menggambarkan kesungguhan doa yang dipanjatkan.
Tradisi memberi dan menyajikan jeruk menunjukkan bahwa perayaan Imlek sarat dengan simbol filosofis, bahkan dalam hal kecil sekalipun.
Makanan dan buah-buahan bukan hanya untuk dinikmati, melainkan menjadi medium penyampai harapan.
Baca Juga: Mengenal Rumput Teki, Gulma Bandel yang Menyimpan Khasiat Herbal
Jadi, saat kamu menerima atau menyantap jeruk mandarin di momen Imlek, ingatlah bahwa setiap buah membawa pesan kebaikan dan doa untuk masa depan yang lebih cerah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









