Rutin Konsumsi Telur Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Alzheimer pada Lansia

AKURAT JAKARTA - Seiring bertambahnya usia, risiko gangguan daya ingat dan penyakit Alzheimer menjadi kekhawatiran banyak orang, terutama pada kelompok lanjut usia.
Berbagai penelitian terus dilakukan untuk menemukan pola makan yang dapat membantu menjaga kesehatan otak dan menurunkan risiko penurunan kognitif.
Salah satu temuan menarik datang dari penelitian yang menyoroti kebiasaan sederhana, yakni konsumsi telur secara rutin dalam jumlah yang wajar.
Baca Juga: Agenda Akhir Pekan di Jakarta: Festival Musik, Bazar Menarik, dan Pameran Seni untuk Keluarga
Konsumsi telur lebih dari satu butir per minggu diketahui berkaitan dengan penurunan risiko penyakit Alzheimer hingga sekitar 47 persen pada lansia.
Temuan ini berasal dari studi jangka panjang Rush Memory and Aging Project yang melibatkan lebih dari 1.000 peserta berusia rata-rata di atas 80 tahun.
Para peneliti memantau pola makan, kondisi kesehatan, serta fungsi kognitif peserta selama bertahun-tahun sebelum dilakukan analisis lanjutan.
Baca Juga: Pulau Peucang, Bumi Premium Eksotis yang Dekat dari Jakarta
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia yang rutin mengonsumsi telur memiliki kemungkinan lebih rendah untuk didiagnosis Alzheimer selama masa studi.
Selain itu, pemeriksaan jaringan otak pascautopsi memperlihatkan pola patologi Alzheimer yang lebih sedikit pada kelompok yang gemar makan telur.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa telur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan otak pada usia lanjut.
Baca Juga: 5 Makanan yang Membuat Ginjal Bekerja Keras dan Berbahaya bagi Kesehatan
Salah satu nutrisi utama yang diduga berperan adalah kolin, senyawa penting yang banyak ditemukan pada kuning telur.
Kolin berfungsi sebagai bahan pembentuk asetilkolin, yaitu zat kimia otak yang berperan dalam memori, pembelajaran, dan konsentrasi.
Pada penderita Alzheimer, kadar asetilkolin umumnya menurun sehingga fungsi kognitif ikut terdampak secara bertahap.
Baca Juga: Mudah Muncul Memar, Waspadai Gejala Trombositopenia yang Sering Tak Disadari
Asupan kolin yang cukup dinilai dapat membantu memperlambat penurunan fungsi otak, meskipun tidak dapat mencegah Alzheimer sepenuhnya.
Para peneliti menegaskan bahwa hubungan antara konsumsi telur dan risiko Alzheimer bersifat asosiasi, bukan bukti sebab akibat langsung.
Artinya, makan telur tidak secara otomatis mencegah Alzheimer, tetapi dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat secara keseluruhan.
Baca Juga: 7 Destinasi Wisata Indoor di Jakarta yang Aman Dikunjungi Saat Musim Hujan
Selain kolin, telur juga mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin B kompleks, serta antioksidan yang mendukung kesehatan saraf.
Kombinasi nutrisi ini membantu menjaga massa otot, energi tubuh, dan fungsi sel otak pada usia lanjut.
Hal ini penting karena lansia rentan mengalami penurunan nafsu makan dan kekurangan zat gizi penting.
Baca Juga: Gubernur DKI Kejar Izin Konser BTS di JIS 26-27 Desember Mendatang
Meski demikian, konsumsi telur tetap perlu memperhatikan porsi dan kondisi kesehatan masing-masing individu.
Bagi lansia dengan kolesterol tinggi, diabetes, atau penyakit jantung, konsumsi telur sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis.
Cara pengolahan juga perlu diperhatikan, dengan memilih telur rebus atau kukus dibandingkan digoreng dengan banyak minyak.
Secara keseluruhan, telur dapat menjadi pilihan pangan sederhana, terjangkau, dan bernutrisi untuk mendukung kesehatan otak di usia senja.
Dikombinasikan dengan sayur, buah, ikan, serta aktivitas fisik ringan, pola makan sehat dapat membantu menjaga kualitas hidup lansia. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



