Visa Ditolak Padahal Sudah Siap Berangkat? Ini 4 Kesalahan Umum yang Masih Sering Dilakukan Traveler Indonesia

AKURAT JAKARTA - Minat masyarakat Indonesia untuk berwisata ke luar negeri semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Banyak faktor yang mendorong tren ini, mulai dari kemudahan transportasi, harga tiket yang kompetitif, hingga pengaruh media sosial yang membuat perjalanan internasional semakin populer.
Namun, di balik antusiasme tersebut, masih banyak traveler yang menghadapi kendala klasik: penolakan visa.
Visa merupakan salah satu dokumen paling krusial dalam perjalanan luar negeri.
Sayangnya, banyak calon pelancong yang gagal mendapatkannya hanya karena kesalahan sepele yang sebenarnya bisa dihindari.
Menurut Ghulam, Co-founder Heyvisa, penyebab umum penolakan visa justru berasal dari hal-hal teknis yang sering diabaikan oleh pemohon.
Baca Juga: Berani Coba? Makan Kiwi dengan Kulitnya Bikin Tubuh Lebih Fit dan Segar!
1. Kesalahan Dokumen dan Format Tidak Sesuai
Banyak visa ditolak karena dokumen tidak lengkap atau format tidak sesuai.
Misalnya, masa berlaku paspor yang kurang dari enam bulan, foto yang tidak memenuhi ukuran standar, atau perbedaan identitas antara dokumen dan formulir.
Baca Juga: Dokter Saraf Beberkan Cara Mudah Cegah Migrain Saat Cuaca Panas
“Contohnya, pengajuan visa Schengen Belanda mengharuskan nama pemohon sesuai halaman endorsement paspor bila ada perubahan nama. Sementara Spanyol, Italia, dan Finlandia mewajibkan rekening koran yang dilegalisir bank,” jelas Ghulam.
2. Terlalu Percaya Diri karena Pernah Dapat Visa
Banyak orang menganggap bahwa karena pernah memperoleh visa sebelumnya, maka pengajuan berikutnya akan mudah.
Baca Juga: Waspada! Kehamilan di Bawah 20 Tahun Bisa Picu Baby Blues dan Gangguan Jantung di Masa Depan
Padahal, aturan visa bisa berubah setiap saat.
Tanpa memperbarui informasi terbaru, pemohon berisiko gagal memenuhi persyaratan kedutaan.
3. Kesalahan Pengisian Formulir dan Dokumen Pendukung
Kesalahan sekecil salah menulis nama atau tanggal perjalanan bisa berakibat fatal.
Beberapa pemohon juga lupa menyertakan itinerary, bukti hotel, atau asuransi perjalanan; padahal ini wajib, terutama untuk negara Eropa.
4. Mengajukan Visa Terlalu Dekat dengan Jadwal Keberangkatan
Setiap kedutaan memiliki waktu pemrosesan berbeda.
Traveler yang mengajukan visa mendekati tanggal keberangkatan sering kali terjebak karena visa belum terbit saat tiket dan hotel sudah dibeli.
Ghulam menyarankan agar visa diajukan minimal 3–6 minggu sebelum keberangkatan.
Baca Juga: Borobudur Sunrise Resmi Dibuka Lagi, Rasakan Magis Matahari Terbit dari Puncak Candi
Menurut Ghulam, kunci keberhasilan ada pada persiapan matang dan pemahaman aturan.
“Memahami aturan dan menyiapkan dokumen dengan benar akan meningkatkan peluang disetujui,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa layanan konsultasi profesional dapat membantu calon traveler memeriksa kelengkapan dokumen hingga asistensi saat wawancara di kedutaan.
Baca Juga: Awal Pekan Suram, Setelah Naik Beruntun Harga Emas Antam Anjlok
Dengan perencanaan yang baik dan dokumen lengkap, kamu bisa menikmati liburan tanpa stres dan menghindari risiko pembatalan perjalanan karena visa tertolak. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









