Jakarta

Awas! Stres Jadi Biang Keladi di Balik Rambut Rontok dan Jerawatmu

Zainal Abidin | 3 September 2025, 19:15 WIB
Awas! Stres Jadi Biang Keladi di Balik Rambut Rontok dan Jerawatmu

AKURAT JAKARTA - Pernahkah kamu merasa frustrasi saat tiba-tiba muncul jerawat padahal kamu sudah menjaga kebersihan wajah?

Atau, kamu mungkin keheranan karena mendapati rambut rontok berlebihan saat menyisir, padahal tidak ada perubahan dalam rutinitas perawatanmu.

Jangan langsung menyalahkan produk kecantikan atau sampo baru, karena bisa jadi ada faktor lain yang berperan penting di balik masalah kulit dan rambutmu: stres.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Begini Cara Menentukan Resor Liburan yang Tepat

Sebuah investigasi mendalam mengungkap kaitan erat antara stres dan berbagai masalah kesehatan, termasuk rambut rontok dan jerawat.

Menurut para ahli, stres dan kecemasan adalah faktor yang sangat mengganggu.

Kondisi pikiran yang tertekan ini dapat memicu respons fisik yang merugikan, yang berdampak langsung pada penampilan kamu.

Baca Juga: Resep Cumi Sambal Karamel, Hidangan Lezat dan Unik Gabungkan Rasa Manis dan Pedas

Dr. Viral Desai, seorang ahli bedah plastik dan direktur medis DHI India, menegaskan bahwa stres dan kecemasan "sangat mengganggu pikiran kamu sehingga dapat menimbulkan kekacauan dalam tubuh, menyebabkan sejumlah masalah kesehatan yang bisa membuat frustrasi sekaligus memalukan," seperti dikutip dari Hindustan Times.

Ia menjelaskan bahwa efek ini bisa sangat signifikan pada kulit kamu, mulai dari jerawat dan eksim hingga hiperpigmentasi.

Senada dengan Dr. Desai, Dr. Satish Bhatia, seorang dokter kulit di Indian Cancer Society Mumbai, menambahkan bahwa beban kerja dan tenggat waktu yang menjadi bagian dari gaya hidup modern sering kali memicu kecemasan.

Baca Juga: Agoda Rilis Daftar Destinasi Kuliner Asia, Indonesia Tembus Lima Besar

Ia mengatakan, "Kecemasan adalah bentuk stres yang memengaruhi sistem endokrin yang menyebabkan perubahan hormonal seperti kortisol, epinefrin, dan adrenalin, respons memicu berbagai perubahan fisik yang berkaitan dengan kecemasan.”

Pelepasan hormon-hormon stres, terutama kortisol, dapat mengganggu keseimbangan alami kulit.

Peningkatan produksi minyak di wajah adalah salah satu dampak yang paling umum, yang kemudian menyebabkan peradangan dan timbulnya jerawat, komedo, dan pori-pori tersumbat.

Baca Juga: Catat! Tulus, Nadin Amizah hingga Barasuara Akan Tampil di Live Arena UMM Dome Malang, Cek Tanggal dan Harga Tiketnya

Tidak hanya itu, stres juga dapat memicu kondisi kulit lain seperti eksim dan psoriasis, yang menyebabkan kulit kamu menjadi kemerahan, gatal, dan meradang.

Selain masalah kulit, stres yang berlebihan juga memengaruhi kesehatan rambut.

Rambut rontok yang berlebihan adalah salah satu tanda yang paling jelas.

Baca Juga: IICF 2025: Festival Budaya Internasional Menghadirkan 14 Negara Asia hingga Eropa, Digelar di Jakarta dan Bandung Pada 23-30 Oktober, Simak Jadwalnya!

Jika tidak diatasi, kerontokan ini dapat menyebabkan penurunan kepadatan rambut secara bertahap.

Bahkan, stres kronis bisa membuat kulit kamu menjadi lebih sensitif, bereaksi dengan kemerahan dan iritasi terhadap produk atau faktor lingkungan yang sebelumnya tidak bermasalah.

Penuaan dini juga bisa terjadi, ditandai dengan penurunan produksi kolagen yang memicu munculnya garis halus, kerutan, dan bintik-bintik penuaan.

Baca Juga: Warga Bekasi Merapat! Nuansa Festival 2025 Bakal Digelar di Transera Waterpark, Menampilkan NDX AKA, Ndarboy, Shaggydog, Tipe-X, hingga For Revenge

Jadi, apa yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi masalah-masalah ini?

Dr. Desai menyarankan beberapa langkah sederhana namun efektif.

Pertama, cobalah berbagai aktivitas pelepas stres seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan dalam.

Baca Juga: Catat! Nadin Amizah, Maliq & D’Essentials dan Hivi! Bakal Meriahkan Butterfly Era di Bandung, Cek Lokasi dan Tanggalnya

Selain itu, pastikan kamu mendapatkan tidur yang cukup, idealnya 7-8 jam per malam, untuk membantu tubuh kamu mengatur hormon stres.

Dalam hal perawatan kulit, pilihlah produk yang lembut, bebas pewangi, dan hipoalergenik.

Namun, jika masalahnya terus berlanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional.

Baca Juga: Bukan Sekadar Peringatan, Ternyata Ini Rahasia Grebeg Maulud di Keraton Solo dan Yogjakarta yang Bikin Merinding

"Selain berkonsultasi dengan dokter kulit, intervensi psikologis dapat menjadi krusial terutama bagi pasien muda yang mengalami masalah kulit,” tutup Dr. Bhatia.

Ini menunjukkan bahwa mengatasi masalah kulit akibat stres bukan hanya soal perawatan dari luar, tetapi juga perlu penanganan dari dalam. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.