Fakta Mengejutkan Kota Terpadat 2025, Posisi Jakarta Terungkap

AKURAT JAKARTA - Kota dengan populasi terbanyak di dunia tahun 2025 kembali menjadi sorotan.
Data dari World Population Review menampilkan deretan kota dengan jumlah penduduk yang luar biasa padat.
Kata kunci “kota dengan populasi terbanyak” tidak hanya menyinggung pusat-pusat dunia seperti Tokyo atau Delhi, tetapi juga membawa perhatian pada posisi Jakarta yang ternyata cukup mengejutkan.
Baca Juga: Jakarta Punya 6 Tempat Makan Nuansa Pedesaan, Cocok untuk Healing Akhir Pekan
Banyak orang penasaran, kota mana saja yang menempati posisi teratas?
Tokyo masih berada di urutan pertama dengan 37 juta penduduk, disusul Delhi dengan 34,6 juta, dan Shanghai dengan lebih dari 30 juta jiwa.
Kota-kota besar lain seperti Dhaka, Kairo, Sao Paulo, Meksiko City, Beijing, Mumbai, hingga Osaka juga masuk dalam daftar sepuluh besar kota dengan penduduk terbanyak di dunia.
Namun yang tak kalah menarik, Jakarta, ibu kota Indonesia, ternyata menempati posisi ke-28 dengan jumlah penduduk sekitar 11,6 juta jiwa.
Angka ini menjadikan Jakarta sebagai kota dengan populasi terbesar di Indonesia, meski secara global masih jauh di bawah kota-kota besar Asia lainnya.
Ada alasan kuat mengapa Jakarta menjadi kota paling padat di Indonesia.
Baca Juga: Simak, Berikut Cara Minimalkan Risiko Kanker Payudara dengan Tiga Olahraga Ini
Sebagai pusat perekonomian, Jakarta menawarkan banyak peluang kerja, bisnis, serta fasilitas publik yang memadai.
Hal ini menarik arus urbanisasi yang tinggi dari berbagai daerah.
Akan tetapi, kepadatan penduduk juga membawa dampak sosial seperti kemacetan, polusi udara, hingga kesenjangan ekonomi yang semakin terasa.
Baca Juga: Dari Sayuran Hijau sampai Susu, Ini 5 Rahasia Makanan Penopang Tulang Sehat
Fenomena ini menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi bukan hanya soal angka, melainkan juga tantangan dalam menciptakan kota yang layak huni.
Bagi kamu yang tinggal di Jakarta, kondisi ini menjadi pengingat penting untuk bersama-sama menjaga kualitas hidup di tengah kepadatan yang terus meningkat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









