Jakarta

Kenali 5 Jenis Bullying: Langkah Awal Cegah Perundungan Sejak Dini

Zainal Abidin | 6 Agustus 2025, 21:05 WIB
Kenali 5 Jenis Bullying: Langkah Awal Cegah Perundungan Sejak Dini

AKURAT JAKARTA - Kasus perundungan atau bullying masih menjadi isu yang menghantui dunia pendidikan dan kehidupan sosial anak-anak serta remaja.

Sayangnya, tidak semua bentuk bullying mudah dikenali.

Banyak yang dilakukan secara terselubung dan tidak langsung terlihat oleh orang dewasa.

Baca Juga: Peran Strategis Orang Tua dan Sekolah dalam Mencegah Bullying Sejak Dini

Padahal, memahami ragam bentuk bullying menjadi langkah krusial dalam pencegahan dan menjaga kesehatan mental anak.

Dengan pengetahuan yang cukup, orang tua, guru, maupun anak-anak sendiri bisa lebih waspada dan mampu mengambil tindakan yang tepat saat perundungan terjadi.

Berikut ini lima jenis bullying yang perlu diketahui bersama.

Baca Juga: Waspadai! Ini 7 Ciri Anak Mulai Menjadi Pelaku Bullying Tanpa Kamu Sadari

1. Bullying Verbal

Jenis perundungan ini dilakukan melalui ucapan atau tulisan yang menyakitkan.

Bullying verbal bisa berupa ejekan, hinaan, ancaman, atau komentar kasar yang menyakiti perasaan.

Baca Juga: Pentingnya Edukasi Anti Bullying di Lingkungan Sekolah

Meskipun tidak melukai secara fisik, kata-kata tersebut bisa merusak kepercayaan diri dan meninggalkan luka emosional yang dalam.

2. Cyberbullying (Dunia Maya)

Sekarang, perundungan tidak hanya terjadi secara langsung atau fisik.

Baca Juga: 10 Langkah Menjaga Kesehatan Mental Anak yang Jadi Korban Bullying di Sekolah, Orangtua Wajib Tahu

Melalui media sosial, pesan online, atau forum, seseorang bisa saja dilecehkan, diancam, atau disebarkan informasi pribadinya tanpa izin.

Cyberbullying terjadi secara diam-diam namun bisa tersebar luas dalam waktu singkat, menjadikannya bentuk bullying yang sangat merusak dan sulit dikendalikan.

3. Pelecehan Seksual

Baca Juga: Apa Itu Bullying dan Jenis-jenisnya, Begini Dampaknya untuk Para Korban

Bullying yang bernuansa seksual mencakup tindakan seperti komentar cabul, siulan menggoda, gestur tidak pantas, hingga menyentuh tubuh tanpa persetujuan.

Ini adalah salah satu bentuk perundungan yang sangat serius dan membutuhkan respons hukum.

Korban sering kali merasa malu atau takut untuk melapor, sehingga peran lingkungan sekitar menjadi penting dalam memberikan perlindungan.

Baca Juga: Tips Melindungi Anak dari Bullying, Peran Orangtua Sangat Penting

4. Bullying Emosional

Jenis ini menyerang secara psikologis, seperti dengan cara mengucilkan seseorang dari pergaulan, menyebarkan rumor negatif, atau mempermalukan korban di depan umum.

Bullying emosional bisa membuat korban merasa tidak diterima, terasing, bahkan mengalami tekanan mental berat.

Baca Juga: Alpukat dan Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang Anak

5. Perundungan Fisik

Ini adalah bentuk bullying yang paling mudah dikenali karena melibatkan kontak tubuh secara langsung.

Menendang, memukul, menjambak, atau mendorong merupakan contoh nyata bullying fisik.

Baca Juga: Daun Kelor, Si Daun Ajaib Penjaga Kesehatan Anak

Tindakan ini tak hanya melukai tubuh korban, tetapi juga bisa menimbulkan rasa takut dan ketidaknyamanan yang berkepanjangan.

Ajak Anak Mengenali dan Melawan Bullying

Mengedukasi anak-anak tentang bentuk-bentuk perundungan sangat penting dilakukan baik di rumah maupun di sekolah.

Baca Juga: Mengenal Anak Sensory Seeker: Ketika Dunia Terasa Kurang Nyata Tanpa Rangsangan Tambahan

Anak perlu diajarkan untuk tidak diam ketika melihat atau mengalami bullying, serta bagaimana cara mencari pertolongan.

Semakin dini mereka memahami risiko dan dampaknya, semakin besar peluang kita menciptakan lingkungan yang aman dan sehat untuk tumbuh kembang mereka.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.