Awas! Gigi Bisa Goyang Tanpa Lubang, Ini Bahaya Rokok bagi Kesehatan Mulut

AKURAT JAKARTA - Masalah kesehatan akibat rokok bukan hanya soal paru-paru atau jantung.
Bahaya rokok bagi kesehatan gigi dan gusi juga sangat nyata dan sering kali diabaikan.
Perokok aktif berisiko tinggi mengalami kerusakan mulut yang parah, bahkan hingga kehilangan gigi.
Apa yang sebenarnya terjadi di balik asap rokok yang membahayakan mulut?
Baca Juga: Resep Beef Teriyaki Cocok Hidangan Idul Adha Bareng Teman
Dokter spesialis gigi umum dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, drg. Deasy Rosalina, M.MedSc, mengungkapkan bahwa perokok aktif sangat rentan mengalami gangguan kesehatan pada area gigi dan gusi akibat kandungan zat karsinogenik dalam rokok.
"Pada kasus-kasus rokok, bisa terjadi. Tiba-tiba giginya goyang, padahal tidak ada lubang. Karena sudah sampai pada periodontitis tingkat lanjut yang tidak diobati, sehingga pelekatan antara gigi dengan tulang itu menjadi sangat jauh," kata Deasy dalam diskusi kesehatan yang diikuti secara daring di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (03/06).
Masalah yang paling sering ditemukan adalah peradangan gusi dan kehilangan gigi. Rokok menyerang jaringan penyangga gigi atau periodontal, membuatnya melemah.
Gejala awalnya adalah gingivitis, yaitu peradangan gusi yang ditandai dengan pembengkakan dan gusi mudah berdarah.
Bila tidak segera ditangani, kondisi ini berkembang menjadi periodontitis, yaitu infeksi serius yang merusak tulang penyangga gigi hingga menyebabkan gigi goyang dan lepas, bahkan sebelum terbentuknya karies atau lubang gigi.
Baca Juga: Yah Sayang Banget Diskon Listrik 50 Persen Batal, Berikut Ini Alasan Utama Pemerintah
Tak hanya itu, perokok juga kerap mengalami pembentukan karang gigi (kalkulus) serta resesi gingiva atau penurunan gusi.
Karang gigi yang mengeras akibat air liur yang mengering dapat menyebabkan gusi menyusut, membuat leher dan akar gigi terekspos.
"Ini yang meningkatkan sensitivitas gigi. Jadi, kadang orang perokok itu akan merasa, kok giginya jadi lebih panjang ya? Padahal bukan memanjang sebetulnya, tapi memang akar giginya itu terekspos atau terbuka karena adanya resesi gingiva," kata Deasy.
Efek rokok tidak berhenti di situ. Asap rokok bisa menyebabkan gigi berubah warna menjadi kuning, bahkan pada perokok pasif.
Pada perokok aktif, warna gusi dan lidah pun dapat berubah menjadi kehitaman, yang dikenal dengan istilah smoker's melanosis.
Yang lebih serius lagi, rokok juga dapat memicu munculnya lesi pra-kanker berupa bercak putih di dalam rongga mulut.
Lesi ini sangat terkait erat dengan kebiasaan merokok dan bisa berkembang menjadi kanker mulut.
Jenis-jenis kanker yang bisa muncul akibat kebiasaan merokok meliputi kanker bibir, lidah, langit-langit, dan gusi.
Gejalanya antara lain sariawan yang tak kunjung sembuh, rasa nyeri, serta kesulitan menelan.
Dampak rokok bagi kesehatan gigi dan mulut tidak boleh diremehkan. Dari peradangan ringan hingga risiko kanker, semua bisa berawal dari sebatang rokok.
Penting bagi perokok untuk menyadari risiko ini dan segera memeriksakan kondisi mulut secara rutin. Jaga kesehatan gigi dan gusi mulai sekarang, sebelum terlambat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





