Jakarta

Wajib Tahu, Berikut Ini Penyebab Umum Cedera saat Lari dan Fitness

Ainun Kusumaningrum | 27 Mei 2025, 17:35 WIB
Wajib Tahu, Berikut Ini Penyebab Umum Cedera saat Lari dan Fitness

AKURAT JAKARTA - Aktivitas fisik seperti lari dan fitness adalah investasi berharga untuk kesehatan dan kebugaran. Namun, antusiasme yang tinggi tanpa diimbangi pemahaman yang benar tentang risiko dapat berujung pada cedera yang justru menghambat tujuan kita.

Dokter Spesialis Orthopedi & Traumatologi Eka Hospital Bekasi dr. Yohannes Toban Layuk Allo, Sp.OT (K) Sport mengatakan, mengenali penyebab umum cedera adalah langkah penting untuk berolahraga dengan aman dan efektif.

"Tersapat faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap cedera olahraga," kata Yohannes Toban Layuk Allo.

Baca Juga: Waspada Kasus Covid-19 Diprediksi Melonjak Lagi, Berikut Tips dan Saran Ahli Kesehatan

Beberapa di antaranya meliputi:

Usia: Seiring bertambahnya usia, elastisitas jaringan tubuh cenderung menurun.

Riwayat cedera: Area tubuh yang pernah cedera memiliki risiko lebih tinggi untuk cedera kembali.

Kondisi fisik yang kurang optimal: Otot yang lemah atau tidak fleksibel, serta keseimbangan yang buruk, dapat meningkatkan risiko cedera.

Anatomi tubuh: Beberapa individu mungkin memiliki struktur tulang atau sendi yang membuatnya lebih rentan terhadap cedera tertentu.

Baca Juga: Tidak Banyak Orang Tahu, Kapan Operasi Bypass Jantung Perlu Dilakukan

Penyebab cedera di lintasan lari dan ruang fitness

Berikut adalah beberapa penyebab umum cedera yang sering terjadi saat lari dan fitness:

1. Olahraga berlebihan (Overtraining): Semangat untuk mencapai hasil seringkali membuat kita tergoda untuk berlatih lebih keras dan lebih sering dari yang tubuh mampu terima. Kurangnya waktu istirahat dan pemulihan yang memadai dapat menyebabkan kelelahan otot, nyeri sendi, dan bahkan cedera stres seperti shin splint pada pelari.

2. Teknik olahraga yang salah: Melakukan gerakan lari atau latihan beban dengan postur atau teknik yang tidak tepat adalah penyebab cedera yang sangat umum. Misalnya, posisi lutut yang salah saat squat, langkah kaki yang tidak efisien saat berlari, atau mengangkat beban terlalu berat dengan punggung yang tidak lurus dapat

3. Tidak pemanasan dan pendinginan: Seringkali dianggap sepele, pemanasan yang adekuat mempersiapkan otot dan sendi untuk aktivitas yang lebih berat, meningkatkan aliran darah, dan mengurangi risiko robekan atau ketegangan. Sebaliknya, pendinginan membantu mengembalikan tubuh ke kondisi istirahat secara bertahap dan mengurangi nyeri otot setelah berolahraga.

4. Tidak melakukan Peregangan dengan Benar: Peregangan yang tepat meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerak sendi, yang penting untuk performa optimal dan pencegahan cedera. Namun, peregangan yang dilakukan secara terburu-buru atau dengan teknik yang salah justru dapat menyebabkan cedera. Peregangan dinamis lebih disarankan sebelum berolahraga, sementara peregangan statis lebih baik dilakukan setelah berolahraga.

5. Beban terlalu berat dan intensitas terlalu sering: Terutama dalam latihan beban, penggunaan beban yang melebihi kemampuan atau peningkatan beban dan intensitas latihan yang terlalu drastis dapat memberikan tekanan berlebihan pada struktur tubuh dan menyebabkan cedera otot, tendon, atau ligamen.

Dengan memahami penyebab umum cedera saat lari dan fitness, serta mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat seperti melakukan pemanasan dan pendinginan yang benar, memperhatikan teknik olahraga, tidak berlebihan dalam berlatih, dan melakukan peregangan secara teratur.

"Kita dapat menikmati manfaat olahraga tanpa harus terhambat oleh cedera. Ingatlah, tubuh kita adalah aset berharga, dan menjaganya adalah bagian penting dari perjalanan kebugaran kita," katanya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.