Jakarta

Warner Bros Ungkap Horor Legendaris Final Destination Bloodlines Tayang di Indonesia Tanpa Sensor

Titania Isnaenin | 7 Mei 2025, 22:09 WIB
Warner Bros Ungkap Horor Legendaris Final Destination Bloodlines Tayang di Indonesia Tanpa Sensor

 

AKURAT JAKARTA - Warner Bros Pictures Indonesia mengumumkan bahwa film horor supernatural Final Destination: Bloodlines akan tayang di Indonesia dalam waktu dekat.

Film ini dipastikan akan tayang pada 14 Mei 2025, dengan sneak preview pada 9 dan 10 Mei 2025 mendatang.

Baca Juga: Siap-siap Ke-trigger Trauma Baru, Film Final Destination: Bloodlines Akan Tayang Mei Ini!

Dalam pengumuman tersebut, Warner Bros Indonesia menyatakan bahwa film ini tidak akan dipotong, diperbesar, atau diburamkan.

Dimana kabar ini tentu menjadi kabar baik bagi penggemar film horor yang ingin menyaksikan film ini tanpa ada sensor.

Baca Juga: Siap-siap Dapat Trauma Baru, Final Destination Bloodlines Resmi Rilis Trailer Menegangkan

"Tidak ada pemotongan, tidak diperbesar, tidak diburamkan," tulis Warner Bros Indonesia pada Selasa (6/5).

SINOPSIS

Final Destination: Bloodlines mengisahkan seorang mahasiswa yang diganggu mimpi buruk yang berulang yang meramalkan kematian keluarganya.

Ia kemudian mencari satu orang yang mungkin dapat memutus siklus itu dan menyelamatkan keluarganya dari kematian mengerikan yang pasti menanti mereka semua.

Baca Juga: Keluarga Kim Sae Ron Rilis Rekaman Suara Mendiang Sebulan Sebelum Meninggal: Aku Berpacaran dengan Kim Soo Hyun dan Diperalat Sejak SMP

Film ini dibintangi oleh Kaitlyn Santa Juana, Teo Briones, Richard Harmon, dan Owen Patrick Joyner, serta mendiang Tony Todd yang mengulangi perannya sebagai William Bludworth untuk terakhir kalinya.

Dengan durasi 109 menit dan 40 detik, film ini diberi label D17+ atau untuk penonton dewasa di atas 17 tahun. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.