Siapa Benny Laos? Berikut Profil Calon Gubernur Maluku yang Meninggal Dunia Karena Ledakan Speedboat di Pelabuhan Bobong

AKURAT JAKARTA - Nama Benny Laos mendadak jadi bahan perbincangan publik usai menjadi korban meledaknya speedboat di Pelabuhan Bobong, Desa Bobong, Pulau Taliabu, Maluku Utara.
Insiden tragis ini terjadi pada Sabtu (12/10). Usai meledaknya speedboat, Benny sempat dilarikan ke RSUD Bobong namun nyawanya sudah tidak terselamatkan dua jam kemudian.
Benny Laos dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.20 WIT mendapat Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Bersamaan dengan Benny Laos, sang istri juga turut menjadi korban meledaknya speedboat tersebut dan beruntung karena nyawa Sherly Tjoanda masih bisa diselamatkan.
Dari insiden ini, 22 korban berhasil dievakuasi, enam orang diantaranya termasuk Benny Laos meninggal dunia.
Sedangkan korban lainnya termasuk Sherly Tjoanda harus mendapat perawatan intensif.
Baca Juga: Profil Wasit Kontroversial Ahmed Al Kaf dalam Laga Bahrain vs Indonesia
Lalu siapa sebenarnya Benny Laos?
Benny Laos adalah sosok pengusaha sekaligus politikus yang menjadi Calon Gubernur (Cagub) Maluku Utara (Malut).
Sebelumnya Benny Laos pernah menjabat sebagai Bupati Pulau Morotai periode 2017–2022 lalu diangkat menjadi Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan pada 2023 hingga 2024.
Benny Laos menikah dengan Sherly Tjoanda pada tahun 2005 dan memiliki tiga buah hati yakni Bennet Edbert Laos (lahir 11 Maret 2006), Beneisha Edelyn Laos (lahir 18 April 2007), dan Benedictus Edrick Laos (lahir 8 Juli 2009).
Di hari ulang tahun pernikahan pada Mei 2024 lalu, Benny menghadiahkan sebuah speedboat bernama Bela 72 kepada sang istri.
Bela 72 inilah yang menewaskan Beny karena mengalami kebakaran dan ledakan.
Benny Laos lahir pada tahun 1972 dan merupakan keluarga Tionghoa-Indonesia.
Ia lahir dari keluarga sederhana dimana pernah berhenti sekolag dari SMA Cor Jesu Malang untuk bekerja.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan melalui kejar paket C di Manado dan berhasil lulus sebagai Sarjana Hukum dari Universitas Sam Ratulangi setelah mulai berkuliah pada 2009.
Tahun 2001, Benny Laos pindah ke manado dan mendidirikan perusahaan pelayaran dibawah naungan Bela Group.
Kemudian kariernya sebagai pengusaha sukses di Maluku Utara dengan bisnis terbesarnya adalah hotel di Ternate.
Kemudian ia mulai terjun ke dunia politik sebagai anggota partai Demokrat dan terpilih sebagai Bupati pulau Morotai periode 2017–2022, berpasangan dengan Asrun Padoma.
Pada Pilkada Maluku Utara 2024 ini, Benny mencalonkan diri sebagai Gubernur dan berpasangan dengan Calon Wakil Gubernur Sarmin Sehe.
Demikian profil Benny Laos, calon gubernur Maluku Utara yang tewas akibat ledakan speedboat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









