Jakarta

Walikota Chilpancingo Meksiko, Dipenggal Setelah 6 Hari Menjabat, Diduga Dibunuh Kartel

Titania Isnaenin | 9 Oktober 2024, 22:30 WIB
Walikota Chilpancingo Meksiko, Dipenggal Setelah 6 Hari Menjabat, Diduga Dibunuh Kartel

AKURAT JAKARTA - Alejandro Arcos terbunuh hanya enam hari setelah ia menjabat sebagai walikota kota Chilpancingo, sebuah kota berpenduduk sekitar 280.000 orang di barat daya Meksiko.

Konfirmasi resmi datang setelah foto-foto beredar di aplikasi perpesanan WhatsApp yang menggambarkan kepala yang terpenggal di atas truk pick-up, tampaknya milik Arcos.

“Kepergiannya membuat seluruh masyarakat Guerrero berduka dan membuat kami marah,” kata Gubernur Guerrero Evelyn Salgado dalam pernyataan yang dibagikan di media sosial.

Baca Juga: Pengacara P Diddy Ajukan Banding Untuk Pembebasan Praperadilan, Usai Sebut Kliennya Hanya Dijebak

Kematian Arcos terjadi hanya tiga hari setelah sekretaris pemerintah kota yang baru, Francisco Tapia, ditembak mati.

Setidaknya enam kandidat pejabat publik tewas di negara bagian itu menjelang pemilu Meksiko pada 2 Juni.

“Mereka adalah pejabat muda dan jujur ​​yang mengupayakan kemajuan bagi komunitasnya,” tulis Senator Alejandro Moreno di media sosial.

Baca Juga: Alami Kerugian Besar, KAI Akan Proses Hukum Truk yang Terobos Palang Kereta Api di Bantul

Menurut informasi yang beredar, walikota Arcos dibunuh oleh seorang kartel narkoba berpengalaman.

Dimana itu nampak pada bagaimana pemenggalan kepala itu dilakukan.

Kepala yang terpisah dari tubuh Arcos itu terlihat bersih dari darah dan "rapi".

Baca Juga: Jelang Laga Kualifikasi Piala Dunia Putaran Ketiga, FIFA Tiba-tiba Layangkan Surat Untuk Federasi Bahrain, Skuad Garuda Diuntungkan?

Tak ada darah yang tercecer disekitar body mobil maupun badannya.

Adapun menurut informasi, daerah Chilpancingo terkenal karena maraknya tindak kriminal.

Para kartel narkoba telah memperebutkan wilayah tersebut bertahun-tahun lamanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.