Jakarta

Mengenal Diet Intermitten Fasting: Metode, Manfaat, Risiko dan Pertimbangan

Hawa E. Azhari | 5 Oktober 2024, 12:50 WIB
Mengenal Diet Intermitten Fasting: Metode, Manfaat, Risiko dan Pertimbangan

AKURAT JAKARTA - Intermittent fasting (IF) adalah metode diet yang melibatkan pola makan di mana seseorang membatasi waktu makan dalam jangka waktu tertentu dan berpuasa pada periode lainnya.

Ini bukan tentang apa yang dimakan, melainkan kapan Anda makan.

Ada beberapa metode populer yang dapat diikuti dalam intermittent fasting, seperti:

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Binus dan Unpad Buka Dua Program Studi S1 Gelar Ganda Bidang Perikanan dan Kelautan

Metode Populer Intermittent Fasting

1. 16/8 Method (Leangains Protocol)

Ini adalah metode yang paling umum. Anda berpuasa selama 16 jam dan hanya makan dalam jangka waktu 8 jam.

Misalnya, jika Anda mulai makan pada pukul 12 siang, Anda berhenti makan pada pukul 8 malam, lalu berpuasa hingga pukul 12 siang keesokan harinya.

2. 5:2 Diet

Dalam metode ini, Anda makan secara normal selama 5 hari dalam seminggu dan membatasi asupan kalori (sekitar 500–600 kalori per hari) pada 2 hari lainnya.

Baca Juga: Jadwal dan Line Up Hari Kedua Synchronize Fest 2024: Sal Priadi, The Changcuters, Ziva Magnolya, Hingga Elvy Sukaesih

3. Eat-Stop-Eat

Metode ini melibatkan puasa selama 24 jam sekali atau dua kali seminggu. Misalnya, Anda bisa makan malam pada hari Senin, lalu berpuasa hingga makan malam berikutnya pada hari Selasa.

4. Alternate-Day Fasting

Ini melibatkan puasa penuh setiap hari lainnya, atau mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sangat sedikit pada hari-hari puasa.

5. Warrior Diet

Baca Juga: GRATIS! Konser Ari Lasso Hari Ini di Jakarta, Catat Lokasinya di Sini, Kapan Lagi Nyanyi Bareng Suka-suka

Dalam metode ini, Anda makan sedikit buah dan sayuran mentah sepanjang hari, kemudian makan satu porsi besar di malam hari, selama jendela makan 4 jam.

Manfaat Intermittent Fasting

- Penurunan Berat Badan: Membantu mengurangi kalori dan meningkatkan pembakaran lemak.

- Peningkatan Fungsi Metabolisme: Puasa bisa meningkatkan hormon pembakar lemak, seperti norepinefrin.

Baca Juga: Resep Sayur Oyong Segar, Masakan Sederhana Tapi Menyehatkan, Cara Bikinnya Simpel Banget

- Pengurangan Risiko Penyakit: Penelitian menunjukkan bahwa intermittent fasting dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker.

- Peningkatan Kesehatan Otak: Beberapa studi menunjukkan bahwa IF dapat meningkatkan pertumbuhan sel-sel otak baru dan melindungi dari penyakit Alzheimer.

Risiko dan Pertimbangan

- Rasa Lapar dan Lemas: Pada awalnya, rasa lapar dan kekurangan energi mungkin dirasakan saat tubuh beradaptasi dengan pola makan ini.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalan S Parman Slipi Jakarta Barat, Pemotor Tewas Tabrak Pohon dan Pembatas Jalan

- Tidak Cocok untuk Semua Orang: Wanita hamil, orang dengan gangguan makan, atau mereka yang memiliki kondisi medis tertentu harus berhati-hati atau menghindari intermittent fasting.

Intermittent fasting dapat menjadi metode yang efektif untuk penurunan berat badan dan peningkatan kesehatan, tetapi sebaiknya dilakukan dengan konsultasi terlebih dahulu kepada ahli gizi atau dokter, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.