Parfum Sebagai Lambang Kekayaan Hingga Sarana Komunikasi dengan Tuhan? Ini Penjelasannya

AKURAT JAKARTA - Seperti yang kita tahu, parfum saat ini sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan seseorang sebagai alat penunjang untuk meningkatkan rasa percaya diri.
Parfum sendiri sering kali digunakan oleh seseorang setelah mereka berolahraga atau saat mereka akan bertemu seseorang yang dianggap penting, baik itu kekasih, klien, ataupun hanya sekedar hangout saja.
Namun, jauh sebelum saat ini parfum ini merupakan salah satu lambang yang memperlihatkan tingkat kekayaan seseorang, bahkan pada masa mesopotamia, parfum menjadi salah satu sarana ritual untuk berkomunikasi dengan Tuhan, seperti dikutip dari Perfumesocety.org.
Parfum dengan bentuk cairan seperti yangs sering digunakan di era ini, pertama kali dikenalkan pada zaman Yunani Kuno. Proses pengekstrakan parfum dari bahan bahan alami menjadi cairan ini tidak terlepas dari perkembangan teknik penyulingan yang dikembangkan oleh bangsa Arab.
Seorang Ahli Kimia bernama Al Kindi menulis buku berjudul Book of the Chemistry of Perfume and Distillations, buku ini ditulis pada abad ke 9 dan berisi tentang 100 resep minyak wangi, salep, dan obat.
Baca Juga: 4 Cara Redakan Sakit Gigi Tanpa Obat dengan Cepat
Al Kindi juga menuliskan 107 paparan metode dan resep pembuatan parfum beserta dengan alat alat yang diperlukan untuk membuatnya.
Kemudian pada abad ke 10 seorang ahli pengobatan yang sangat terkenal Ibnu Sina, mulai mengenalkan parfum untuk metode pengobatan atau yang saat ini kita kenal dengan minyak essential.
Ibnu Sina juga yang mengenalkan teknik penyulingan sehingga bahan bahan alami bisa digunakan sebagai aromaterapi seperti sekarang ini.
Pada abad 19 paradigma parfum dari bahan alami berubah seiring ditemukannya proses kimiawi. Penambahan bahan seperti alkohol mulai dilakukan agar parfum bisa lebih dijangkau oleh masyarakat dan bisa bertahan lebih lama.
Namun, untuk saat ini parfume sendiri telah banyak diproduksi oleh produsen dengan cara bereksperimen dengan bahan-bahan berbeda untuk menghasilkan wewangian yang menyenangkan. Saat ini bahan sintetis dan alami digunakan dalam wewangian. Komponen alami termasuk ekstrak bunga, daun, akar, dan buah.
Nah, saat ini parfum sudah memiliki beberapa golongan yang dibedakan berdasarkan kandungan alkohol dalam parfum dan berapa lama wanginya bisa bertahan.
Kandungan alkohol dalam parfum yang wanginya tahan lama dan kuat adalah 20 hingga 50%. Eau de parfum mengandung larutan alkohol 10 hingga 15%, sementara eau de toilette (EDT) memiliki 3 hingga 8% alkohol.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 3Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






