Jakarta

Sejarah Panjang Ayam Bakar Taliwang, Berakar dari Zaman Kejayaan Majapahit

Fikri Hidayatulloh | 29 Desember 2023, 15:30 WIB
Sejarah Panjang Ayam Bakar Taliwang, Berakar dari Zaman Kejayaan Majapahit

AKURAT.CO Ayam Taliwang merupakan makanan tradisioal dari Karang Taliwang, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Tradisi pengolahan makanan Ayam Taliwang memiliki akar sejarah yang sangat panjang. Bahkan, apabila ditelurusi lebih lanjut bisa sampai ke zaman kejayaan Majapahit.

Pada masa kekuasaan Raja Hayam Wuruk, antara 1350-1389, Majapahit pernah menguasai wilayah Taliwang, Samawa, Dompo, Sa pi (Sape), Sangyang Api (Gunung Api), Seram (Seran), Hutan (Utan), Kedali (Buru), Gurun (Gorong), Lombok Mira (Lombok Barat), Saksak (Lombok Timur), dan Timor.

Baca Juga: Kota Semarang Panen Cuan: Harga Tiket Wisata Meningkat, Kunjungan Turis Melonjak

Namun, pengolahan ayam bakar taliwang untuk komoditas lokal atau dijual pada masyarakat tidak bisa lepas dari Kiprah seorang ibu bernama Nini Manawiyah atau Papin Manawiwah pada 1960-an.

Dalam buku berjudul Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya Kuliner Ayam Taliwang Provinsi Nusa Tenggara Barat, I Wayan Sudarma, dkk menyatakan kedahsyatan Ayam Bakar Taliwang olahan Nini Manawiyah, bahkan sampai ke telinga Jenderal Ahmad Yani.

Hingga, salah satu pahlawan Revolusi Indonesia itu pernah menyempatkan diri singgah makan di warung nasi ayam Nini Manawiyah di Karang Taliwang, tidak lama sebelum meletus peristiwa sejarah G30-S/PKI.

Baca Juga: Kota Semarang Panen Cuan: Harga Tiket Wisata Meningkat, Kunjungan Turis Melonjak

Nini Manawiyah mengawali usaha kuliner nasi ayam pada pagi hingga siang hari di rumahnya, Karang Taliwang. Pada sore hingga malam menjelang subuh, ia melanjutkan jualannya itu di Pasar Cakranegara, Mataram.

Menu yang disajikan terdiri dari nasi, ayam bakar pelalah, dan beberuk. Masakan ayam bakar Nini Manawiyah dikenal enak dan banyak dicari para pelanggan.

Nasi ayam Nini Manawiyah mulai tenar di Kota Mataram. Kebetulan Nini Manawiyah berasal dari Karang Taliwang, sehingga para pelanggan yang sering membeli Nasi Ayam Bakar Pelalah olahan Nini Manawiyah menyebutnya dengan Nasi Ayam Taliwang.

Sayang, usaha kuliner Nini Manawiyah berangsur surut seiring dengan usianya yang terus menua. Sehingga, intensitas jualan Ayam Taliwang Nini Manawiyah semakin menyusut.

Momen ini dimanfaatkan Dea Dea Papin Haji Ahmad Moerad dengan membuka usaha warung makan Nasi Ayam Pelalah bersama istrinya, Hajjah Salmah ,pada 1967.

Papin Haji Ahmad Moerad beralih usaha warung makan karena saat itu usahanya sebagai pengekspor sapi ke Singapura sedang mengalami masa sulit.

Papin Haji Achmad Moerad beserta istri mulai mencoba meracik bumbu ayam bakar. Ia lalu mengirimkan olahan ayam bakar racikannya itu ke teman-temannya untuk dicicipi.

Ternyata, teman-teman Papin Haji Achmad Moerad merespon positif dan menyatakan ayam bakar bikinannya memiliki rasa yang enak.

Dari sinilah, Dea Papin Haji Ahmad Moerad bersama istrinya mulai mantap membuka warung Nasi Ayam Pelalah di Pasar Cakranegara, Mataram.

Semula, Papin Haji Ahmad Moerad menjual Nasi Ayam Pelalah di warung kaki lima di sisi barat kompleks Pasar Cakranegara, yakni di sekitar Jalan A. A. Gde Ngurah Cakranegara Mataram sekarang.

Seiring berjalannya waktu, usaha kuliner Ahmad Moerad semakin ramai dikunjungi pelanggan. Berhubung Ahmad Moerad berasal dari Karang Taliwang sama seperti Nini Manawiyah, pelanggan menamakan menu makanannya dengan Ayam Bakar Taliwang.

Usaha Nini Manawiyah dan Ahmad Murad menginspirasi masyarakat Karang Taliwang ramai-ramai usaha warung nasi ayam taliwang, sampai akhirnya menu Ayam Bakar Taliwang bertahan hingga sekarang.*

Sumber: Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya Kuliner Ayam Taliwang Provinsi Nusa Tenggara Barat

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.