Jakarta

Kopi Tubruk, Warisan Leluhur yang Kini Hadir dengan Sentuhan Rasa Kekinian

Zainal Abidin | 25 Oktober 2025, 13:30 WIB
Kopi Tubruk, Warisan Leluhur yang Kini Hadir dengan Sentuhan Rasa Kekinian

AKURAT JAKARTA - Kopi tubruk menjadi simbol budaya minum kopi di Indonesia yang tak lekang oleh waktu.

Cita rasanya yang khas membuat banyak orang jatuh cinta, terutama bagi kamu yang menyukai seduhan kopi dengan karakter kuat dan kental.

Teknik seduh kopi tubruk bukan sekadar cara membuat kopi, tapi juga menyimpan nilai sejarah dan filosofi yang dalam.

Baca Juga: Segar Maksimal! Resep Lemonade Ala Kafe dengan Bahan Sederhana

Dalam buku “Kopi: Sejarah dan Tradisi Minum Kopi” karya Murdijati Gardjito dan Dimas Rahadian A.M., dijelaskan bahwa kopi tubruk adalah kopi yang masih menyisakan ampas setelah diseduh.

Metode ini awalnya berasal dari Timur Tengah dan populer di kalangan pedagang Turki, lalu menyebar ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1696.

Saat itu, minuman ini menjadi favorit para pejabat kolonial hingga Presiden Soekarno sendiri yang terkenal gemar menikmati kopi tubruk kental dan hitam.

Baca Juga: Rahasia di Balik Lezatnya Cah Kangkung Saus Tiram, Menu Sederhana yang Bikin Nasi Cepat Habis!

Nama "tubruk" diambil dari bahasa Jawa yang berarti “bertabrakan”, merujuk pada proses penyeduhan yang mempertemukan air panas, gula, dan bubuk kopi secara langsung.

Filosofinya menggambarkan kehidupan manusia yang penuh benturan, namun tetap kuat menghadapi segala cobaan.

Hingga kini, kopi tubruk tetap menjadi bagian penting dari budaya minum kopi di Indonesia, terutama di Jawa dan Bali yang mengenalnya dengan sebutan kopi salem.

Baca Juga: Resep Teri Dabu-Dabu Kemangi ala Pinkan Mambo, Gurih dan Segarnya Bikin Nagih

Menariknya, tradisi ini kini dikemas lebih modern melalui produk Kopi Tubruk Gadjah.

Dengan mempertahankan karakter klasiknya, brand ini menambahkan sentuhan inovatif berupa varian rasa unik, seperti kopi rasa mangga.

Perpaduan aroma buah segar dan kekuatan kopi menciptakan sensasi baru yang disukai generasi muda.

Baca Juga: 5 Trik Ampuh Agar Santan Tak Mudah Encer, Nomor 3 Sering Dilupakan

Kamu bisa menikmati rasa khas warisan Nusantara ini dengan harga terjangkau—Rp15 ribu untuk satu serenteng berisi 10 sachet—baik dalam versi panas maupun dingin.

Kopi tubruk kini bukan hanya minuman, tapi juga jembatan antara tradisi dan inovasi, menghubungkan kenangan lama dengan cita rasa masa kini. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.