Jakarta

Sejarah dan Resep Tahu Bacem Jawa, Lauk yang Bisa Dijadikan Cemilan Enak Usai Lebaran, Cara Masaknya Mudah dan Praktis

Sastra Yudha | 7 April 2025, 06:19 WIB
Sejarah dan Resep Tahu Bacem Jawa, Lauk yang Bisa Dijadikan Cemilan Enak Usai Lebaran, Cara Masaknya Mudah dan Praktis

AKURAT JAKARTA - Mayoritas masyarakat Indonesia sudah sangat familiar dengan makanan bernama tahu. Karena tahu bisa diolah menjadi berbagai variasi makanan.

Salah satu olahan tahu yang bisa jadi lauk dan sekaligus cemilan adalah Tahu Bacem Jawa.

Teksturnya yang lembut dan kenyal serta rasanya yang gurih, membuat Tahu Bacem Jawa ini disukai semua kalangan, dari anak-anak hingga dewasa.

Sesuai namanya, Tahu Bacem Jawa berasal dari Jawa Tengah, khususnya dari daerah Mataraman. Ini merupakan hidangan tradisional khas Jawa.

Baca Juga: Baladewa Jambi Merapat! Dewa 19 feat Virzha, Guyon Waton hingga D'fresh Siap Goyang Gemriah Fest Awal Mei 2025, Cek Lokasinya di Sini!

Asal-usul Tahu Bacem ini terkait dengan kebiasaan masyarakat Jawa kuno yang mengawetkan makanan.

Bacem merupakan teknik memasak yang melibatkan merendam dan merebus bahan makanan dalam bumbu rempah dan gula merah.

Teknik bacem efektif memperpanjang umur simpan bahan makanan seperti tahu dan tempe.

Di kemudian hari, bacem berkembang dari sekadar metode pengawetan menjadi hidangan yang dinikmati karena kelezatannya.

Kini, Tahu Bacem sudah populer di berbagai daerah di Indonesia. Meskipun demikian, Tahu Bacem tetap identik dengan masakan khas Jawa.

Namun jika kita merunut sejarah jauh ke masa lalu, ternyata tahu bukan makanan asli Indonesia.

Diketahui, tahu berasal dari Tiongkok, China. Nama 'tahu' merupakan serapan dari bahasa Hokkian yaitu 'tauhu', yang berarti 'kedelai terfermentasi'.

Di Tiongkok, tahu sudah ada sejak zaman dinasti Han, atau sekitar 2.200 tahun lalu.

Tahu adalah makanan yang dibuat dari endapan perasan biji kedelai yang mengalami koagulasi.

Baca Juga: NANO MUGEN FES. 2025: Festival Musik Legendaris Asal Jepang Bakal Digelar di Ecopark Ancol pada 24 dan 25 Mei, Penjualan Tiket Dibuka Mulai Hari Ini

Dulunya, Tahu merupakan makanan tradisional yang biasanya dijadikan lauk. Namun ada juga yang dijadikan cemilan. Kini, tahu dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Nah, kali ini kita akan menyajikan olahan tahu tradisional, yaitu Tahu Bacem Jawa. Meskipun jadul, Tahu bacem yang gurih manis, tetap enak dan tak pernah membosankan.

Meskipun kini sudah banyak olahan tahu modern, tetapi olahan tahu tradisional dengan rasa klasik tetap dicari orang. Bahkan menjadi favorit banyak orang.

Seperti tahu bacem yang diungkep bumbu sederhana dengan rasa legit gurih. Lauk klasik Jawa ini tak pernah membosankan. Selain sebagai lauk makan, juga kerap dijadikan cemilan.

Berikut resep Tahu Bacem Jawa, yang diungkep dengan bumbu hingga meresap gurih manis lezat.

Baca Juga: Viral! Bupati Tangerang Terjun ke Kalimati Teluknaga untuk Keruk Sampah yang Menumpuk, Padahal Masih Libur Lebaran

Bahan-Bahan:

- 10 buah tahu putih segi empat 5 cm
- 500 ml air kelapa
- 250 ml air
- 100 g gula merah
- 3 lembar daun salam
- 3 cm lengkuas, memarkan

Bumbu Halus:

- 8 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 1 sdt ketumbar
- 1 sdt merica butian
- 2 sdt garam

Baca Juga: Prediksi Skor AS Roma vs Juventus di Serie A, 7 April 2025: Adu Konsistensi Dua Tim Raksasa Italia

Cara Membuat :

1. Cuci bersih tahu dengan air hangat hingga tak berlendir lalu tiriskan hingga kering.

2. Susun tahu dalam panci atau wajan.

3. Tuangkan air kelapa, air, Bumbu Halus, daun salam, lengkuas dan gula merah.

4. Masak dengan api sedang hingga seluruh bumbu meresap dan tahu kecokelatan warnanya.

5. Aduk sekaki-sekali saja dan masak hingga kuah susut. Matikan api.

6. Tahu bacem bisa langsung disajikan.

7. Bisa juga tahu bisa digoreng sebentar dalam minyak hingga agak kering.

8. Sajikan dengan cabe rawit hijau segar.

Nikmati sajian Tahu Bacem Jawa di hari terakhir libur lebaran Idul Fitri ini. Selamat mencoba. Semoga berhasil. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.