Dalam Sejarah, Rakyat Indonesia Pernah Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan Ketika Agresi Militer Belanda I Terjadi

AKURAT.CO - Tanggal 21 Juli 1947 merupakan hari bersejarah bagi rakyat Indonesia. Sebab di awal puasa bulan Ramadhan tersebut, Belanda melakukan Agresi Militernya yang pertama.
Belanda pada saat itu menyerang wilayah Indonesia yang baru saja merdeka di awal puasa Ramadhan tahun 1366 H.
Pihak Belanda memanfaatkan momentum puasa Ramadhan yang dilakukan oleh mayoritas umat muslim Indonesia.
Selain itu, pihak Belanda menilai jika momen puasa Ramadhan yang dilaksanakan oleh mayoritas umat Islam di Indonesia kala itu berada dalam keadaan lemah.
Baca Juga: Tanggal 9 Maret Terjadi Apa? Ini Sejarah yang Tercatat di Dunia dan Indonesia
Perkiraan kala itu adalah Belanda akan menyerang wilayah Indonesia begitu mendarat pada akhir Juni 1947.
Di hari pertama puasa Ramadhan, tepatnya pada 19 Juli 1947, para ulama di Aceh mengadakan rapat umum.
Rapat umum itu dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman. Hasilnya adalah menyerukan berjuang demi kemerdekaan bangsa.
Dalam buku Kronik Revolusi Indonesia 1947 karangan Pramoedya Ananta Toer, ulama Aceh menyerukan berpuasa di tengah perjuangan kemerdekaan yang sedang memuncak.
Baca Juga: Tidak Dilakukan di Era Nabi Muhammad SAW, Begini Sejarah Sholat Tarawih Berjamaah di Bulan Ramadhan
"Puasa tidak menghalangi seseorang untuk berjuang. Karena itu sambil berpuasa berjuanglah, dan sambil berjuang berpuasalah," seperti itu seruan ulama Aceh jelang Agresi Militer I Belanda.
Dalam buku Biografi Jenderal Spoor: Kejayaan dan Tragedi Panglima Tentara Belanda Terakhir di Indonesia karangan J.A. de Moor, Spoor memimpin kekuatan tempur sebanyak 96.000 pasukan yang terdiri dari 75.000 di Jawa dan 21.000 di Sumatera.
Agresi Militer I Belanda ini terjadi di Sumatera Selatan pada hari ketiga puasa bulan Ramadhan.
Aksi tersebut dimulai ketika pagi hari setelah umat Islam selesai makan sahur.
Baca Juga: Tanggal 19 Februari Ada Apa? Ini yang Terjadi Tahun ke Tahun dalam Sejarah Dunia dan Indonesia
Menurut de Moor, pasukan Indonesia berjumlah 195.000 di Jawa dan Sumatera. Jumlah itu terdiri dari berbagai kelompok dan laskar.
Perbedaan kekuatan militer membuat Belanda dengan mudah menyingkirkan militer Indonesia.
Kemudian pada 24 Juli 1947, Spoor sesumbar mengenai kemenangannya dalam Agresi Militer I Belanda.
Ia mengaku telah melenyapkan TNI dan pejuang Indonesia hingga pasukan Belanda tak mampu mengejarnya karena kabur.
Akibat dari itu, Belanda berhasil menguasai Jawa Barat, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur.
Selain itu, pihak Belanda juga menguasai Pantai Timur Sumatera, PantaBaca Juga: Tanggal 14 Februari Ada Apa? Ini yang Terjadi Tahun ke Tahun dalam Sejarah Dunia dan Indonesiai Barat Sumatera, dan Palembang.
Hasil itu membuat Belanda menguasai wilayah perkebunan, tambang yang merupakan barang perdagangan penting.
Situasi tersebut sangat berpengaruh dan bisa saja menentukan jalannya perang hingga perkembangan diplomatik.
Pihak Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menerima resolusi Australia dan menyerukan penghentian konflik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









