Soal B2W Mencabut Predikat Jakarta Sebagai Kota Ramah Sepeda, Begini Tanggapan Pemprov DKI

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta angkat bicara menanggapi komunitas Bike To Work (B2W) Indonesia yang mencabut anugerah dan predikat Jakarta sebagai Kota Ramah Sepeda.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengaku bahwa pihaknya terus mendukung dan melakukan beragam upaya dalam mewujudkan Jakarta kota yang aman dan nyaman untuk warganya.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendukung penyediaan lajur sepeda yang aman, selamat dan nyaman bagi masyarakat Jakarta," katanya kepada wartawan, Rabu (8/11/2023).
Baca Juga: Audit Organisasi Hampir Rampung, Bang Zaki Optimistis Golkar Menang di DKI Jakarta
"Komitmen ini dibuktikan dengan pembangunan Lajur Sepeda di Wilayah Provinsi DKI Jakarta dimulai pada Tahun 2012 sampai dengan Tahun 2022 sepanjang 301,084 km," tambah Syafrin.
Syafrin memaparkan, itu melampaui target seperti yang telah dituangkan dalam Perubahan RPJMD 2017-2022 sepanjang 252,1 km dan Instruksi Sekda Nomor 88 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Isu Prioritas Daerah terbangunnya lajur sepeda total 298 km.
Syafrin mengaku, komitmen dukungan penyediaan lajur sepeda tetap dilanjutkan secara masif oleh Pemprov DKI Jakarta.
"Pada Tahun 2023, dilakukan dukungan terhadap penyediaan lajur sepeda dengan melakukan pembangunan serta pemeliharaan terhadap lajur sepeda," imbuhnya.
Diantaranya, kata Syafrin, pembangunan lajur sepeda Tahun 2023 dibangun sepanjang 13,11 km yang berada pada 3 Kawasan yang meliputi Kawasan Blok M, Kawasan Barito dan Kawasan Tebet.
Kemudian, lanjut Syafrin, pembangunan lajur sepeda sebagai first mile dan last mile telah menjangkau layanan rute angkutan umum massal dan simpul transportasi, yaitu halte Transjakarta, stasiun MRT Jakarta, stasiun LRT Jabodebek, stasiun KRL, dan Terminal Bus.
"Dengan adanya pembangunan lajur sepeda baru tersebut, total jaringan lajur sepeda yang telah terbangun oleh Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dari tahun 2012 sampai dengan 2023 sepanjang 314,196 km," papar Syafrin.
Dikatakan Syafrin, sebagai langkah konkrit komitmen prioritas dalam mendukung penyediaan lajur sepeda yang aman dan nyaman bagi masyarakat Jakarta, pada Tahun 2023 telah dilakukan pemeliharaan terhadap marka jalan dan rambu lalu lintas untuk lajur sepeda sepanjang 28 km.
Baca Juga: Harga Pangan di Jakarta Terus Naik, Bang Zaki Iskandar Khawatir Masyarakat akan Mengalami Malnutrisi
Lanjutnya, dalam rangka memastikan keamanan dan keselamatan para pesepeda, Pemprov DKI Jakarta melalui Dishub DKI Jakarta senantiasa melakukan pengawasan dan perawatan fasilitas jalur sepeda yang ada.
Ia menyebut, salah satunya seperti pembongkaran stick cone lajur sepeda yang mengalami kerusakan dikarenakan tertabrak oleh kendaraan bermotor dan tidak diketahui waktu kejadiannya.
"Dengan demikian, masyarakat dapat bersepeda dengan aman dan selamat," ujar Syafrin.
"Terhadap stick cone yang mengalami kerusakan dilakukan penggantian dengan pemasangan paku jalan solar cell di lokasi," tambahnya.
Dikatakan Syafrin, target Pemprov DKI Jakarta saat ini adalah melakukan optimalisasi lajur sepeda yang telah terbangun sepanjang 314,196 km dengan melakukan pemeliharaan sesuai pentahapan sampai dengan Tahun 2026.
Baca Juga: Disney Pro Israel, Seruan Boikot Film The Marvel Ramai di Medsos
"Rinciannya, 19 ruas jalan di Tahun 2024, 43 ruas jalan di Tahun 2025, dan 34 ruas jalan di Tahun 2026 serta melakukan upaya untuk meningkatkan moda share pesepeda," imbuhnya.
Syafrin menyebut, upaya yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap keberlanjutan dan keberadaan lajur sepeda merupakan wujud nyata bukti komitmen untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang berkelanjutan, ramah pesepeda, dan mampu bersaing menjadi kota global.
Sambungnya, berbagai langkah ini membutuhkan dukungan peran serta seluruh pihak untuk menjadikan fasilitas yang sudah ada dapat tetap terpelihara.
"Dengan demikian, fungsi lajur sepeda yang ada dapat termanfaatkan dengan baik dan optimal, sehingga masyarakat Jakarta dapat bersepeda dengan aman, selamat dan nyaman," pungkas Syafrin. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





