Siswi Terjatuh di SDN 06 Petukangan Utara Usai Dibully? Begini Kata Disdik DKI

AKURAT JAKARTA - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta angkat bicara terkait RYT (13) siswi SDN 06 Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang meninggal dunia karena diduga terjatuh dari lantai 4 gedung sekolah.
Paman korban, Jafar Musahid, memberikan keterangan bahwa dugaan awal korban sengaja melompat dari lantai 4 sekolah, akibat tekanan yang dialaminya. Korban disebut sering dapat perundungan dari teman-temannya.
Menanggapi itu, Plt. Kepala Disdik DKI Jakarta, Purwosusilo membantah terkait informasi yang menyatakan bahwa korban meninggal karena bullying atau perundungan.
Baca Juga: Dalami Siswa SD Loncat Dari Lantai 4, Polisi Gelar Olah TKP dan Periksa Saksi
"Itu kan udah diolah TKP oleh kepolisian, kemudian sudah dipanggil saksi-saksi dari semua unsur. Kemudian Pak Kapolsek juga udah sampaikan rilisnya, ga ada tuh yang namanya perundingan, " katanya saat dikonfirmasi, Rabu (27/09).
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak tinggal diam dan turut hadir serta membersamai kasus ini.
"Disdik membersamai pihak keluarga mulai dari sekolah ke RS, selama perawatan, kan gak meninggal langsung tapi perawatan dulu, lalu pengurusan visumnya, pemandiannya jenazah sampai ambulans itu Disdik atas nama Pemprov DKI andil di situ, hadir itu fokus," ujarnya.
Baca Juga: Siswi SDN 06 Petukangan Utara Loncat dan Tewas Dibully? Polisi Bilang Begini
Dikatakan Purwosusilo, dalam hal pihaknya lebih fokus pada pendampingan, sementara proses mencari tahu lebih dalam tentang penyebab pasti diserahkan kepolisian.
Lanjutnya, dalam pendampingan ini Disdik DKI bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
"Kami bukan cari (penyebab), kan polisi lebih profesional. Jadi yang kami lakukan itu melakukan pendampingan kepada pihak sekolah SD, untuk agar tidak terjadi traumatik kepada anak anak, maka kami kerja sama dengan DPPAPP dan juga KPAI," terang Purwosusilo.
Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Kenari Dulu Tumbuh di Depan Rumah Warga
Lebih lanjut Purwosusilo menerangkan, pihaknya pun akan melakukan evaluasi untuk mengurangi traumatik dan melakukan monitoring agak pihak sekolah lebih berhati-hati.
"Itu pasti. Tingkat urgenitasnya kita harus jaga. Bagaimana traumatik anak- anak, khawatir psikologis anak yang melihat, yang mendengar. Itu pasti," imbuhnya.
"Bagaimana monitoring pihak sekolah pada saat anak itu dihalaman, di selasar, itu tentu kami menjadi bahan untuk perbaikan ke depan agar lebih hati-hati," tambah Purwosusilo.
Ia pun menegaskan, pendampingan dan pemulihan traumatik menjadi fokus dari Disdik DKI Jakarta dalam kasus ini.
Sedangkan untuk penyeledikan lebih lanjut, ia menerangkan bahwa itu dilakukan dan diserahkan kepada kepolisian.
"Kami lebih mengarah pada pendampingannya. Kalo yang urusan itu (penyeledikan) kan dari kepolisian. Ada polisnya, ada turunkan petugas olah TKP, memanggil saksi-saksi semua unsur termasuk guru kelasnya dan guru yang ada disitu," imbuh Purwosusilo.
"Jadi kita tidak mencari seperti apa yang ini (penyebabnya) karena udah ada pihak yang profesional, yang berkompeten dan berwenang. Tapi kita lebih berpikir ke yang next untuk anak itu yg liat termasuk guru bagaimana agar tidak terjadi traumatik," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





