Pemprov DKI Siapkan Anggaran Rp 5,07 Triliun untuk Elektrifikasi Transjakarta, Target Rampung 2029

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyiapkan pembiayaan sebesar Rp5,07 triliun untuk elektrifikasi armada bus Transjakarta selama tiga tahun ke depan.
Langkah ini dilakukan untuk mengejar target seluruh armada bus di Jakarta menggunakan bus listrik pada 2029.
Pramono mengatakan, pembiayaan tersebut menjadi salah satu poin utama dalam 15 dokumen kerja sama antara badan usaha milik daerah (BUMD), badan usaha milik negara (BUMN), dan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
"Yang paling besar adalah pembiayaan elektrifikasi bus atau armada Transjakarta selama tiga tahun ke depan, nilainya Rp5,07 triliun," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (12/10/2026).
Baca Juga: Masalah Kandang Ayam Berlarut-larut, Warga Ciputat Minta Audiensi Langsung dengan Wali Kota Tangsel
Menurut Pramono, elektrifikasi armada transportasi publik merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi polusi udara di ibu kota.
Ia menargetkan seluruh bus Transjakarta telah menggunakan bus listrik pada 2029. Ke depan, transportasi di Jakarta juga diarahkan menggunakan teknologi yang lebih ramah lingkungan, termasuk hidrogen dan sistem hybrid.
"Karena memang diharapkan di tahun 2029 seluruh bus kita itu sudah menggunakan bus elektrik," ujarnya.
Mantan Sekretaris Kabinet RI itu menegaskan, penggunaan energi yang lebih bersih akan menjadi arah pengembangan transportasi di Jakarta.
Baca Juga: Gerebek MP Club Pekanbaru, Bareskrim Amankan 68 Orang Positif Narkoba
Ia berharap perubahan tersebut dapat memberikan dampak signifikan terhadap penurunan polusi udara.
"Dan Jakarta hanya untuk transportasinya nantinya hanya ada bus elektrik, hidrogen, atau hybrid," kata Pramono.
Selain elektrifikasi transportasi, Pramono mengaitkan upaya pengurangan polusi dengan rencana pengoperasian pembangkit listrik tenaga sampah.
Ia berharap fasilitas pengolahan sampah menjadi energi tersebut sudah beroperasi ketika target elektrifikasi armada bus tercapai pada 2029.
"Maka dengan demikian harapannya polusinya akan berkurang secara signifikan karena juga pembangkit listrik tenaga sampahnya pasti juga sudah beroperasi pada saat itu," tuturnya.
Kerja sama pembiayaan elektrifikasi armada Transjakarta tersebut menjadi bagian dari 15 dokumen kerja sama yang ditandatangani Pemprov DKI Jakarta bersama sejumlah BUMD, BUMN, dan OPD.
Selain pembiayaan elektrifikasi bus, kerja sama lainnya mencakup pengembangan lahan properti berorientasi transit di sekitar jalur MRT dan Transjakarta senilai sekitar Rp396 miliar serta pembangunan dek pedestrian di Dukuh Atas senilai Rp220 miliar. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





