Pekerja Proyek Pukul Satpol PP Bakal Diproses Hukum, Gubernur Pramono: Petugas Tak Boleh Kalah dengan Premanisme

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan proses hukum terhadap pekerja proyek yang melakukan pemukulan terhadap petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tetap berjalan.
Insiden tersebut terjadi saat kericuhan antara pekerja proyek dan petugas Satpol PP DKI Jakarta imbas penertiban parkir liar dalam Operasi Cabut Pentil Dishub.
Pramono menyatakan, tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas tidak dapat dibenarkan.
Baca Juga: Transjakarta Modifikasi Sejumlah Rute Mikrotrans Mulai 17 Oktober 2026, Ini Rinciannya!
Ia juga menegaskan Pemprov DKI Jakarta tidak akan membiarkan aksi premanisme terjadi terhadap aparat di lapangan.
"Kita nggak boleh kalah dengan premanisme yang dilakukan oleh siapa pun," kata Pramono kepada wartawan, Senin (12/10/2026).
Pramono mengungkapkan, dirinya telah menerima laporan langsung dari Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengenai kericuhan yang melibatkan petugas dan sejumlah pekerja proyek tersebut sejak malam sebelumnya.
Menurut Pramono, peristiwa itu bermula dari kegiatan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar di kawasan kolam renang Bulungan, Jakarta Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan penertiban parkir, termasuk dengan mencabut pentil ban kendaraan yang parkir sembarangan.
Namun, situasi kemudian memanas setelah muncul pihak yang disebut Pramono melakukan provokasi terhadap para pekerja proyek di lokasi tersebut.
"Akibat provokasi itu kemudian ada bentrokan awal antara Dishub dengan para pekerja yang ada," ujarnya.
Pramono menjelaskan, petugas Dishub kemudian mundur dari lokasi. Meski demikian, ia menyebut masih ada pihak yang mengejar petugas, termasuk anggota Satpol PP yang turut berada di lokasi kejadian.
Dalam insiden tersebut, seorang petugas Satpol PP dilaporkan mengalami pemukulan menggunakan helm hingga harus mendapatkan perawatan medis.
"Satpol PP tersebut akhirnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Kelurahan Selong dan menerima enam jahitan," ungkap Pramono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





