Jakarta

KSAD Minta Maaf dan Bertanggung Jawab atas Ambruknya Jembatan Gantung Garuda di Pangandaran

Yusuf Doank | 5 September 2026, 13:10 WIB
KSAD Minta Maaf dan Bertanggung Jawab atas Ambruknya Jembatan Gantung Garuda di Pangandaran
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak

AKURAT JAKARTA — Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf atas insiden ambruknya Jembatan Gantung Garuda di Pangandaran, Jawa Barat.

Jembatan tersebut mengalami kegagalan struktur saat prosesi peresmian pada Minggu (30/8/2026).

"Saya selaku Kepala Satgas jembatan yang ditunjuk oleh Presiden, saya pribadi bersama anggota memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut," kata Maruli dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga: Status PPPK Paruh Waktu Mulai Berubah, 1.147 Pegawai Kini Jadi Penuh Waktu

Jembatan yang digarap oleh Kodim 0625/Pangandaran bersama Batalyon Teritorial Pembangunan Pangandaran ini mengalami gangguan teknis pada sejumlah komponen utama.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan masalah pada pengait block anchor yang patah, ketidaksesuaian konfigurasi block anchor terhadap pylon, gangguan sistem roller dan turnbuckle, penyusunan sling bawah, hingga perbedaan elevasi pylon.

Selain kendala teknis, struktur jembatan juga mengalami kelebihan beban (overload). Saat peresmian berlangsung, diperkirakan ada sekitar 50 orang melintas secara bersamaan di atas jembatan.

Secara terpisah, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan bahwa Jembatan Garuda dirancang sebagai jembatan perintis dengan kapasitas terbatas.

Papan petunjuk mengenai batas maksimal pengguna pun sebenarnya sudah terpasang di lokasi.

"Jembatan perintis memiliki batas kemampuan atau kapasitas tertentu. Karena itu, aspek pembebanan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam penggunaannya," ujar Donny.

Menindaklanjuti insiden ini, TNI AD memperketat evaluasi teknis dan mulai meningkatkan kekuatan sistem sling pada seluruh jembatan perintis yang sedang dibangun hingga 20–30 persen.

Meski begitu, pihak TNI AD mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi batasan muatan demi keselamatan bersama.

Insiden ini sempat mendadak viral di media sosial setelah video detik-detik bergesernya posisi jembatan beredar luas.

Dalam rekaman tersebut, sejumlah warga dan pejabat daerah—termasuk Bupati Pangandaran Citra Pitriyami—terlihat terpaksa berpegangan erat di atas jembatan yang miring sebelum akhirnya dievakuasi.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y