Jakarta

Lokasinya Berdempetan, Gubernur Pramono Anung Targetkan Dua JPO Rasuna Said Segera Terhubung

Laode Akbar | 5 Agustus 2026, 15:24 WIB
Lokasinya Berdempetan, Gubernur Pramono Anung Targetkan Dua JPO Rasuna Said Segera Terhubung
Dua JPO yang berdempetan namun tidak saling terhubung di kawasan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. - (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Keberadaan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, menjadi sorotan publik lantaran posisinya berdekatan, namun tidak saling terhubung.

Kondisi tersebut membuat pejalan kaki, termasuk pengguna LRT Jabodebek dan Transjakarta, harus turun ke permukaan jalan untuk berpindah dari satu JPO ke JPO lainnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengaku baru mengetahui kondisi tersebut JPO tersebut.

Baca Juga: KAI Larang Liga Aspal Digelar di Area Rel RW 08 Menteng, Gubernur Pramono Bakal Siapkan Lokasi Alternatif

Ia pun memutuskan bahwa pihaknya akan segera mengintegrasikan kedua JPO tersebut.

"Yang pertama untuk JPO, kebetulan saya sudah mengikuti beritanya dan saya juga baru tahu kalau tidak terhubung. Maka kami akan segera memutuskan untuk dihubungkan," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Ia mengatakan pembahasan mengenai penyambungan JPO tersebut akan segera dilakukan dalam rapat khusus yang digelar pemerintah daerah.

"Kebetulan besok kami akan ada rapat paripurna khusus untuk itu, jadi yang di JPO Rasuna Said segera akan dihubungkan supaya fasilitas itu terkoneksi dengan baik," ujarnya.

Baca Juga: Update Kasus Mutilasi Depok: Pelaku Berhasil Ditangkap Polisi di Pandeglang, Berawal Kenalan Lewat Medsos

Politikus PDIP itu menegaskan kondisi tersebut akan segera dibenahi agar konektivitas antarmoda transportasi di kawasan tersebut dapat berjalan lebih baik.

"Yang di JPO Rasuna Said segera akan dihubungkan supaya fasilitas itu terkoneksi dengan baik," tegasnya.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta menjelaskan bahwa kedua JPO memang dibangun pada waktu yang berbeda dengan fungsi yang berbeda pula, sehingga tidak dirancang untuk saling terhubung.

Di sisi lain, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan, JPO pertama merupakan JPO eksisting milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah lama digunakan sebagai fasilitas penyeberangan bagi masyarakat.

Sementara itu, JPO kedua merupakan JPO integrasi yang dibangun oleh LRT Jabodebek sebagai bagian dari fasilitas perpindahan moda antara Stasiun LRT Jabodebek dan Halte TransJakarta.

Baca Juga: Prediksi Skor Ferencvaros vs Gornik Zabrze di Kualifikasi UEL, 6 Agustus 2026: Rekor Kandang Jadi Senjata The Greens di Budapest

"Sebelum halte TransJakarta dipindahkan ke bawah Stasiun Terintegrasi LRT Jabodebek, JPO eksisting juga menjadi akses langsung menuju halte. Namun setelah halte dipindahkan, akses menuju halte kini melalui JPO integrasi milik LRT Jabodebek," kata Wenny dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026) kemarin. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.