Jakarta

Pramono Bentuk Tim Investigasi Usut Robohnya SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Libatkan Dua Instansi Ini

Laode Akbar | 24 Juli 2026, 18:04 WIB
Pramono Bentuk Tim Investigasi Usut Robohnya SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Libatkan Dua Instansi Ini
Gubernur Pramono tinjau kondisi bangunan SDN 09 Kebayoran Lama Selatan yang roboh sejak 2 tahun lalu. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, membentuk tim investigasi dan tim inventarisasi menyusul viralnya kondisi bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan yang roboh selama dua tahun sejak 2024.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengusut penyebab kerusakan gedung sekaligus mencegah kasus serupa terulang di sekolah lain.

Saat meninjau langsung SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jumat (24/7), Pramono mengaku menemukan indikasi persoalan pada konstruksi bangunan yang terakhir kali direnovasi pada 2011.

"Tim investigasi dan inventarisasi adalah melihat, seperti saya tadi melihat dengan gampang saja, kan tahu bahwa persoalan yang sebenarnya kerangkanya itu tidak dipersiapkan secara proper pada waktu itu, di tahun 2011 dulu. Dan itulah yang saya minta untuk tidak diulangi kembali," kata Pramono.

Baca Juga: Kondisi Terkini SDN 09 Kebayoran Lama Selatan Usai Viral 2 Tahun Dibiarkan Roboh, Empat Ruang Kelas Tak Bisa Digunakan

Ia menegaskan, tim tersebut bukan dibentuk untuk mencari pihak yang bertanggung jawab atas lambatnya penanganan sekolah, melainkan memastikan penyebab kerusakan bangunan dapat diketahui sehingga tidak kembali terjadi pada proyek pembangunan sekolah berikutnya.

Menurut Pramono, hasil peninjauan menunjukkan terdapat bagian kerangka bangunan yang masih dalam kondisi baik, namun ada pula yang sudah berkarat sehingga memicu kerusakan.

"Tadi kalau melihat kerangkanya kelihatan dengan gampang bahwa ada yang masih utuh, ada yang berkarat yang kemudian menyebabkan kerusakan yang ada. Di beberapa tempat tadi kita lihat dengan gampang," ujarnya.

Selain membentuk tim investigasi, Pramono juga mengubah pola pengawasan pembangunan gedung sekolah.

Ia menilai Dinas Pendidikan (Disdik) bukan instansi yang memiliki kompetensi teknis dalam mengawasi pekerjaan konstruksi.

Baca Juga: Prediksi Skor Atlante vs Club America di Liga MX Apertura 2026, 25 Juli 2026: Ujian Berat Tim Promosi

Karena itu, Pemprov DKI akan melibatkan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) serta Dinas Bina Marga untuk mendampingi dan mengawasi proses pembangunan sekolah.

"Saya tidak mau ini terulang kembali. Maka akan ada tim pengawas dan tim inventarisasi supaya tidak terjadi kembali seperti yang sekarang ini terjadi," katanya.

Politikus PDIP itu menjelaskan pembangunan sekolah nantinya akan diawasi langsung oleh tim teknis lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di bawah koordinasi Asisten Pembangunan.

"Saya minta betul yang diputuskan, ditunjuk untuk membangun orang yang memang profesional untuk itu. Dan kami sudah akan mem-BKO-kan Citata, Bina Marga, dan sebagainya untuk mengawasi langsung," ucapnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.