Jakarta

Wagub Rano Karno Nilai Jukir Liar di Tanah Abang Lumrah di Awal Ramadan, Penertiban Sudah Berjalan

Laode Akbar | 19 Februari 2026, 14:03 WIB
Wagub Rano Karno Nilai Jukir Liar di Tanah Abang Lumrah di Awal Ramadan, Penertiban Sudah Berjalan

AKURAT JAKARTA - Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menilai maraknya juru parkir (jukir) liar di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebagai kondisi yang lumrah terjadi pada awal Ramadan.

Ia meminta masyarakat memahami dinamika tersebut karena aktivitas warga di pusat perdagangan terbesar di Jakarta itu meningkat drastis menjelang bulan puasa.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan bedah rumah yang digelar Satpol PP DKI Jakarta di Kawasan Kapuk, Cengkareng, Rabu (18/2/2026).

Baca Juga: Politisi Golkar Andri Santosa Apresiasi Pembukaan Rute Baru Transjabodetabek Blok M–Soetta Jelang Lebaran 2026

"Saya ditanya oleh teman-teman dari media, 'Pak, bagaimana itu jukir liar di Tanah Abang? Berantakan Tanah Abang?' Saya bilang, marilah kita pahami ini awal-awal Ramadan biasanya seperti itu," kata Rano.

Ia menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan langkah penertiban, dan situasinya kini berangsur membaik.

"Insyaallah jukir juga di Tanah Abang sudah mulai ditertibkan. Pasar-pasar sudah mulai dirapikan," ujarnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Lille vs Crvena Zvezda di UEL, 20 Februari 2026: Duel Penentu di Pierre Mauroy

Menurut Rano, meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang Ramadan berdampak langsung pada mobilitas warga, termasuk lonjakan penggunaan jasa parkir.

Situasi tersebut, katanya, membuat kawasan Tanah Abang seringkali terlihat lebih padat dan tidak tertib pada pekan-pekan pertama sebelum memasuki bulan suci.

Politikus PDIP itu menekankan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan pembenahan agar kenyamanan warga tetap terjaga selama Ramadan, mulai dari pengaturan lalu lintas, penataan pasar, hingga pengawasan juru parkir ilegal.

Rano juga mengingatkan bahwa Tanah Abang memegang peran penting sebagai pusat ekonomi ibu kota, sehingga penataan harus dilakukan tanpa menghambat aktivitas para pedagang dan pengunjung.

"Tapi yang namanya Pasar Tanah Abang, kita berikan dukungan besar karena apa? Itulah sentral ekonomi terbesar di Jakarta," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
L