Jakarta

Keluhan Warga Terkait Perilaku Sopir Mikrotrans JakLingko Meningkat, Pemprov DKI Bakal Rekrut 1.000 Sopir Baru

Yasmina Nuha | 14 November 2025, 14:44 WIB
Keluhan Warga Terkait Perilaku Sopir Mikrotrans JakLingko Meningkat, Pemprov DKI Bakal Rekrut 1.000 Sopir Baru

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melatih dan merekrut 1.000 sopir Mikrotrans JakLingko baru.

Hal ini menanggapi jumlah keluhan perilaku sopir per Januari – Oktober 2025 yang mencapai 1.127 laporan, terdiri dari ugal-ugalan 68%, judes 22%, dan bawa keluarga 10%).

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, mengatakan bahwa perekrutan dilakukan tanpa mengganti yang lama.

Baca Juga: Penggemar ONE OK ROCK Bersiaplah! Penjualan Tiket Konser di Jakarta Dimulai 4 Desember, Segini Harganya

"TransJakarta Academy yang resmi beroperasi sejak 1 November 2024 menjadi pusat pelatihan. Target 1.000 pramudi baru direkrut & dilatih, bukan ganti yang lama," ujar Chico saat dikonfirmasi wartawan, dikutip Jumat (14/11/2025).

Bagi sopir lama, jelas Chico, mereka wajib mengikuti pelatihan ulang untuk perpanjangan sertifikat yang berlaku 3 tahun.

Ia pun menjamin tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal kepada sopir lama. Bagi yang sopir lama yang lulus pelatihan akan diprioritaskan kembali mengemudi.

"Tidak ada PHK massal. Sopir lama yang lulus pelatihan ulang diprioritaskan mengemudikan armada baru," terangnya.

Kemudian, bagi yang tidak lulus ujian 2 kali akan diberikan pelatihan remedial gratis dan opsi pindah ke rute non-Mikrotrans (feeder BRT).

"Program ini adalah investasi SDM, bukan hukuman. Kami dengar keluhan masyarakat, tapi juga jaga kesejahteraan sopir," tandasnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Polandia vs Belanda di Kualifikasi Piala Dunia 2026, 15 November 2025: Duel Penentuan Puncak Grup G

Diketahui, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, akan melakukan peremajaan terhadap 1.000 sopir atau pramudi angkutan umum Mikrotrans JakLlingko.

Hal ini dilakukannya imbas banyak sopir yang usianya sudah melebihi batas syarat. Untuk itu, pihaknya pun segera mempersiapkan peremajaan ini.

"Untuk Mikrotrans ini kan baru akan dimulai (peremajaan). Jadi memang beberapa hal kami melihat supaya Mikrotrans juga terjadi peremajaan," kata Pramono. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.