Portal Satu Data Jakarta Resmi Diluncurkan, Komisi A DPRD DKI: Bisa Digunakan Untuk Mendeteksi Kebutuhan Perbaikan 200 RW Kumuh

AKURAT JAKARTA – Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, menilai bahwa Portal Satu Data Jakarta mampu menjadi upaya perbaikan kondisi pemukiman atau Rukun Warga (RW) kumuh di wilayah ibu kota.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman DKI Jakarta menunjukkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 200 RW kumuh di Jakarta. Sebaran lokasi kumuh ini mayoritas dia Kecamatan Penjaringan, Tambora, dan Koja.
Selain masalah hunian, Mujiyono juga menyoroti adanya sejumlah sekolah dasar dan menengah di wilayah tersebut yang kondisinya kurang memadai dan telah beroperasi dengan jumlah siswa yang melebihi kapasitas ideal.
Baca Juga: Pemotor Tewas Terlindas Bus JakLingko di Cilangkap Jaktim, Sempat Terseret 5 Meter
"Dengan integrasi data akan membantu pemerintah memetakan kebutuhan sekolah, guru, dan infrastruktur pendidikan di lingkungan tersebut secara lebih adil dan presisi," ujar Mujiyono kepada wartawan, Selasa (11/11/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dengan data terpadu ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan lebih mudah memetakan berbagai isu di kawasan padat penduduk.
Isu-isu yang dimaksud mencakup akses pendidikan, kualitas tempat tinggal, dan kondisi lingkungan.
Sistem ini memungkinkan sinkronisasi data detail, misalnya mencocokkan jumlah anak usia sekolah di RW kumuh dengan status apakah mereka sudah bersekolah atau belum, sekaligus mengidentifikasi sekolah yang mengalami kekurangan ruang kelas.
Integrasi data ini juga bertujuan agar penyaluran bantuan sosial (Bansos) dapat terencana dan terpadu untuk lokasi-lokasi permukiman padat penduduk yang membutuhkan.
"Dari data seperti inilah kebijakan pembangunan yang benar-benar berpihak pada warga bisa disusun," terang Mujiyono.
Baca Juga: Cegah Salah Paham, Komisi D DPRD DKI Dorong Dinas LH Aktif Sosialisasi Manfaat RDF Rorotan ke Warga
Mujiyono pun memastikan pihaknya akan mengawal Portal Satu Data Jakarta agar berfungsi sebagai sistem yang terintegrasi dan menjadi landasan tunggal bagi setiap pengambilan keputusan.
Politikus Demokrat itu berkomitmen agar sistem tersebut berjalan aktif, diperbarui secara rutin, dan dapat diakses oleh publik.
"Kami pastikan sistem ini benar-benar hidup, dapat diperbaharui dan bisa diakses publik," tukas Mujiyono.
"Menjadi dasar setiap keputusan, mulai dari program pendidikan, bantuan sosial (Bansos), hingga penanganan kampung," tandasnya.
Diketahui, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, resmi meluncurkan Portal Satu Data Jakarta di Gedung AA Maramis, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Kementerian Keuangan RI, Jakarta Pusat, pada Selasa (11/11/2025).
Baca Juga: Gagal Lolos 32 Besar Piala Dunia U-17, Nova Arianto Apresiasi Perjuangan Garuda Muda
Peluncuran ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Badan Pusat Statistik (BPS) RI terkait pengembangan statistic sectoral dan penerapan Satu Data Indonesia.
Serta kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI untuk memperkuat keamanan pengelolaan data. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





