Gubernur Pramono Batasi Pengolahan Sampah di RDF Rorotan 1.000 Ton Per Hari, Ungkap Dua Masalah Ini

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, membatasi jumlah sampah yang diolah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan jadi 1.000 ton per hari.
Pramono menjelaskan, pihaknya telah melakukan tahap commissioning atau uji coba selama 1 bulan, dengan mengolah sampah sebanyak 1.000 ton per hari.
Selama pengolahan sampah dengan jumlah tersebut, tidak ada persoalan di RDF Rorotan. Namun, saat jumlahnya dinaikkan menjadi 2.500 ton per hari, malah menimbulkan masalah.
Baca Juga: JCF Dinilai Tak Gantikan Peran BUMD, Legislator Golkar: Justru Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor
"Sebenarnya ketika RDF dengan kapasitas sampah yang input 1.000 ton, enggak ada masalah apa-apa, dan itu sudah berlangsung beberapa hari. Menjadi masalah ketika dinaikkan menjadi 2.000 ton, bahkan sempat menjadi 2.500 ton," kata Pramono kepada wartawan, Jumat (7/11/2025).
Pramono mengungkapkan, terdapat 2 masalah yang ditimbulkan oleh RDF Rorotan, jika pengolahan sampah melebihi 1.000 ton.
Masalah pertama, sampah yang diangkut dan terkena hujan, sehingga dalam prosesnya menimbulkan bakteri.
"Yang kedua, yang paling penting ini, ketika transportasi menggunakan truk compacted, yang digunakan itu sebagian truk lama, sehingga air lindinya jatuh-jatuh. Itu menimbulkan bau dan sebagainya," sambungnya.
Dengan kondisi tersebut, Pramono pun memutuskan untuk pengolahan sampahnya kembali ke 1.000 ton per hari, agar persoalan RDF tak terulang kembali.
Selain itu, Pemprov DKI sebelumnya telah mengundang masyarakat untuk melihat fasilitas RDF yang dinilai sudah baik.
"Karena ketika 1.000 ton, masyarakat di sana juga diajak melihat cerobong dan sebagainya. Cerobongnya bersih, tertata dengan baik, dan juga sampahnya teratur. Karena memang sampah yang digunakan untuk RDF itu, sebaiknya yang sudah dua sampai lima hari," tukas Pramono.
"Nah, kemarin karena udah merasa semuanya bagus, dinaikkan menjadi 2.000 bahkan 2.500 ton. Di situlah asal-muasal masalahnya. Nah, sekarang saya sudah memutuskan kembali ke 1.000 ton per hari," tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026


