Jakarta

Mesin Tap Transjakarta Dikeluhkan Warga Kerap Bermasalah, Dirut Welfizon: Sudah Kita Perbaiki dengan Versi Terbaru

Yasmina Nuha | 4 November 2025, 20:46 WIB
Mesin Tap Transjakarta Dikeluhkan Warga Kerap Bermasalah, Dirut Welfizon: Sudah Kita Perbaiki dengan Versi Terbaru

 

AKURAT JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) Transjakarta, Welfizon Yuza, menanggapi terkait keluhan warga soal mesin tap-in dan tap-out Transjakarta yang kerap bermasalah, hingga menyebabkan saldo pengguna terpotong dua kali.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan melakukan perbaikan mesin tap, termasuk tap on di bus (ToB) non-bus rapid transit (Non-BRT) hingga mesin tap on MikroTrans (ToM).

"Ya, jadi kita sudah melakukan perbaikan, terutama di ToB-ToM. Kalau teman-teman lihat sudah menggunakan mesin baru dengan versi terbaru," ujar Welfizon kepada wartawan, Selasa (4/11/2025).

Baca Juga: Langkah Strategis UI: Jalin Kemitraan dengan Kampus Top Dunia

Ia menuturkan, dari beberapa respon dari masyarakat sebelumnya, pihaknya secara cepat melakukan perbaikan. Mesin tersebut pun sudah menggunakan versi terbaru.

Selain itu, pihaknya juga sedang meningkatkan kualitas mesin tap sesuai permintaan Gubernur Jakarta, Pramono Anung yang ingin agar warga bisa melakukan tap sambil lari.

"Ya, tentu ini menjadi arahan bagi kami untuk terus bisa kontinual improvement, bisa melakukan perbaikan secara terus-penerus. Seperti yang disampaikan Pak Gub, ya kalau bisa sambil lari bisa gitu ya," ujarnya..

Welfizon pun menjelaskan, pihaknya juga sedang mengembangkan pembayaran melalui QRIS Tap yang luncurkan oleh Bank Indonesia (BI).

"Mungkin dengan beberapa teknologi sekarang, kayak BI kemarin meluncurkan QRIS tap. Itu bisa terus kita improve," jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung menanggapi adanya keluhan terkait sering rusaknya mesin pembayaran tap-in dan tap-out pada layanan transportasi umum, khususnya Transjakarta (TJ).

Baca Juga: Teror November 2025, Empat Film Horor Lokal Siap Guncang Bioskop, Angkat Mitos dan Kritik Sosial

Kondisi tersebut memungkinkan saldo pengguna Transjakarta terpotong hingga dua kali.

Untuk itu, ia pun menginstruksikan jajaran PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) agar melakukan perbaikan dan meningkatkan layanan sistem pembayaran bus Transjakarta.

"Untuk TJ, saya sendiri juga mengeluhkan hal yang sama. Tapping-nya seringkali tidak berjalan dengan baik dan untuk itu saya sudah meminta kepada jajaran Transjakarta untuk memperbaiki supaya itu tidak terulang kembali, termasuk MRT, bukan hanya Transjakarta," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (30/10/2025) lalu. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.