Gubernur Pramono Berencana Pindahkan Institut Kesenian Jakarta atau IKJ ke Kawasan Kota Tua, Ini Alasannya!

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan wacana terkait pemindahan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dari Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
Pramono menjelaskan, alasan pihaknya ingin memindahkan IKJ ke Kota Tua karena kondisi di kawasan tersebut yang bagus untuk dibangun kampus kesenian tersebut.
"Yang pertama untuk IKJ. Rekan-rekan sekalian, kami sedang melakukan pendalaman. Kenapa kemudian IKJ akan kami pindahkan ke Kota Tua? Karena memang di Kota Tua itu tempatnya bagus banget," kata Pramono kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).
Baca Juga: Swiss Sampai Bahama, Inilah 10 Negara dengan Biaya Hidup Tertinggi 2025
Ia menuturkan, dirinya sudah beberapa kali melihat di kawasan tersebut dan untuk itu harus ada panggung kesenian yang terus-menerus diadakan.
Dengan itu, panggung kesenian itu akan sangat mudah diadakan jika kemudian senimannya juga ada di sana sambil bersekolah.
"Maka dengan demikian, itulah yang kami lakukan kenapa kemudian IKJ akan kami pindahkan ke Kota Tua," jelasnya.
Politikus PDIP itu pun berharap, dengan pemindahan IKJ ke kawasan wisata bersejarah tersebut, maka kawasan Kota Tua dapat semakin hidup dan terus berkembang.
"Mudah-mudahan ini akan menjadi pemantik atau pun inisiator untuk menghidupkan Kota Tua, sebagai tempat yang heritage, tempat yang bisa berkembang dengan baik," ucap Pramono.
"Dan kemudian tentunya menjadi lebih baik, lebih rapi, tapi berkeseniannya tetap bisa dilakukan," tandasnya.
Baca Juga: Netflix Rilis Deretan Film Horor Seram Sambut Halloween 2025
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Rano Karno menuturkan, pengembangan kawasan menjadi kawasan berorientasi transit akan dilakukan secara bertahap, baik itu TOD Dukuh Atas maupun Kota Tua.
''Kami fokus satu per satu untuk selesaikan. Kami bikin saluran air, galian PAM bisa bikin macetnya se-Jakarta, apalagi itu (TOD) serentak (dikerjakan), bisa bikin repot,'' kata Rano. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






