Jakarta

Skandal Naturalisasi Malaysia, Exco PSSI Tegaskan Hormati Regulasi FIFA

Ainun Kusumaningrum | 27 September 2025, 09:39 WIB
Skandal Naturalisasi Malaysia, Exco PSSI Tegaskan Hormati Regulasi FIFA

AKURAT JAKARTA - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, memberikan tanggapan terkait sanksi yang dijatuhkan FIFA kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasinya.

Sanksi ini dijatuhkan FIFA setelah ditemukan pelanggaran terkait pemalsuan dokumen pemain.

Melalui media sosialnya, Arya menegaskan bahwa PSSI selalu menghormati dan mengikuti regulasi yang ditetapkan FIFA, khususnya mengenai proses naturalisasi pemain keturunan.

Baca Juga: Sejarah Ondel-Ondel: Dahulu untuk Pengusir Roh Jahat, Kini Jadi Ikon Budaya Betawi

"Proses naturalisasi pemain keturunan tidaklah mudah. Banyak dokumen yang harus disiapkan dalam proses tersebut," ujar Arya.

Berdasarkan regulasi FIFA, calon pemain keturunan harus memiliki asal usul darah yang jelas dari kakek dan neneknya.

Arya menekankan bahwa pemain naturalisasi yang dicari oleh PSSI harus benar-benar memiliki keturunan dari kakek atau nenek, bukan dari buyutnya.

Baca Juga: Nasi hingga Bayam, Inilah 7 Makanan yang Berbahaya Jika Dipanaskan Ulang

Situasi ini dinilai berbeda dengan FAM yang tidak dapat menjelaskan asal usul keturunan pemain yang terlibat.

FAM dan Tujuh Pemain Dihukum FIFA
FIFA menjatuhkan sanksi kepada FAM dan tujuh pemain naturalisasi Malaysia karena melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) terkait pemalsuan dokumen.

Ketujuh pemain yang dihukum adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.

FIFA menilai bahwa FAM telah memalsukan dokumen ketujuh pemain tersebut agar dapat bermain di Kualifikasi Piala Asia 2027 Arab Saudi.

Sebagai konsekuensi, FAM dikenakan denda sebesar Rp 7,3 miliar, dan setiap pemain bersangkutan didenda Rp 43 juta. Ketujuh pemain tersebut juga dilarang bermain sepak bola selama 12 bulan ke depan. FAM sendiri diberikan kesempatan untuk mengajukan banding secara resmi kepada FIFA.

Arya menambahkan, proses naturalisasi di Indonesia dilakukan secara terbuka, di mana PSSI secara transparan mengungkapkan asal usul darah calon pemain, berbeda dengan proses di Malaysia yang terbilang cepat dan minim informasi.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.